MUARA ENIM,newsline.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang baru baru ini dijalankan di Desa Tanjung Terang, Kabupaten Muara Enim, menuai sorotan dari warga. Program yang telah diresmikan Presiden, dinilai belum berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat 22 Februari 2026
Sejumlah warga di Dusun 1, Dusun 2, dan Dusun 3 mengeluhkan pembagian makanan yang dianggap tidak memenuhi harapan. Mereka menilai kualitas dan kelayakan menu yang dibagikan belum mencerminkan standar gizi yang seharusnya diterima oleh masyarakat, khususnya bagi ibu-ibu hamil, ibu-ibu menyusui, dan juga balita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Zuleha, salah seorang warga Desa Tanjung Terang, mengungkapkan kekecewaannya terkait dengan menu makanan yang diterimanya. Ia menyebut komposisi makanan dinilai kurang jelas dan tidak konsisten.

.“Harapan kami kedepannya makanan bergizi itu benar benar dapat memenuhi kebutuhan gizi, terutama untuk ibu hamil dan juga anak-anak. Namun yang diterima saat ini belum mencerminkan standar tersebut,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Parida, warga lainnya. Ia menilai pengelolaan dapur MBG masih perlu evaluasi secara menyeluruh agar kualitas makanan lebih terjamin. “Program ini sangat bagus dan kami mendukung. Tapi pelaksanaannya harus sesuai dengan aturan dan standar gizi, jangan sampai masyarakat kecewa,” katanya.
Warga berharap pemerintah pusat dapat meninjau langsung pelaksanaan program MBG di Kabupaten Muara Enim, khususnya di Desa Tanjung Terang. Mereka juga meminta agar instansi terkait, terutama Dinas Kesehatan dan juga Dinas Pendidikan setempat, untuk dapat lebih aktif melakukan pengawasan.
Menurut warga, program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat harus dijalankan secara profesional, transparan, dan juga tepat sasaran agar manfaatnya dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Tim Newsline ( ** )










