PALEMBANG,newsline.id–Polda Sumatera Selatan terus memperkuat pendekatan humanis melalui inovasi berbasis komunitas dengan meresmikan Kedai ADO Presisi Polrestabes Palembang, Selasa (5/5/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, di Jalan KH Wahid Hasyim I Nomor 367, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang. Kegiatan tersebut sekaligus menandai beroperasinya 21 Kedai Kamtibmas yang tersebar di 17 Polres dan Polrestabes jajaran Polda Sumsel.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wali Kota Palembang Ratu Dewa, unsur TNI, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel. Seluruh Polres jajaran juga mengikuti kegiatan secara daring sebagai bagian dari konsolidasi program berbasis Presisi Polri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedai ADO Presisi mengusung konsep “Ngopi Presisi, Raso Palembang” yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga pusat layanan dan interaksi antara Polri dan masyarakat. Berbagai fasilitas tersedia, mulai dari ruang komunitas, bengkel motor, tempat pencucian kendaraan, layanan kepolisian, mushola, hingga ruang dialog terbuka bagi komunitas.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumsel meninjau langsung seluruh fasilitas sebelum meresmikan kedai melalui prosesi pengguntingan pita. Selain itu, turut diserahkan bantuan sosial kepada komunitas driver ojek online sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat.
Program Kedai ADO Presisi merupakan pengembangan dari inisiatif komunitas yang sebelumnya dikenal sebagai Rumah Ojol Palembang. Seiring waktu, konsep tersebut berkembang menjadi ruang komunikasi yang lebih representatif dan kini mendapat dukungan penuh dari kepolisian.
Sebanyak 21 Kedai Kamtibmas yang telah beroperasi di berbagai wilayah juga mengusung identitas lokal masing-masing. Hal ini menunjukkan pendekatan Polri yang menyesuaikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat.
Program tersebut menjadi implementasi kebijakan Presisi yang digagas Kapolri Listyo Sigit Prabowo dengan menitikberatkan pendekatan community poli cing. Melalui kedai ini, Polri membangun komunikasi yang lebih cair, terbuka, dan berbasis kepercayaan publik.
Dari sisi keamanan, komunitas driver ojek online yang tergabung dalam jaringan Kedai Kamtibmas dinilai berperan sebagai mitra strategis dalam deteksi dini potensi gangguan kamtibmas. Sementara dari sisi sosial ekonomi, fasilitas yang tersedia juga memberikan manfaat langsung bagi komunitas dan pelaku usaha mikro.
Reporter ( MEDI )
Editor : Akbar news
Sumber Berita: Humas Polda Sumsel










