Jakarta,Newsline.id-Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Teheran, Sabtu (28/2/2026).
Peristiwa ini menjadi titik balik besar dalam dinamika geopolitik kawasan dan memicu gelombang serangan balasan dari Iran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Serangan Balasan ke Israel Tak lama setelah kabar kematian Khamenei diumumkan, Iran meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel Tengah.
Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, termasuk seorang anak perempuan di Beit Shemesh. Garda Revolusi Iran menyebut operasi itu sebagai bagian dari “pembalasan skala besar”.

Dampak ke Negara Teluk Iran menegaskan bahwa serangan hanya menyasar pangkalan militer AS. Namun dampaknya meluas hingga ke sejumlah negara Teluk.
Di Uni Emirat Arab (UEA), tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka. Arab Saudi juga memanggil duta besar Iran menyusul meningkatnya eskalasi.
Negara negara Teluk kemudian menggelar pertemuan darurat secara daring akibat penutupan sejumlah bandara.Ancaman di Selat Hormuz
Situasi makin genting ketika sebuah kapal tanker minyak dilaporkan tenggelam setelah terkena rudal di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute distribusi energi terpenting dunia.
Pasukan Garda Revolusi Iran bahkan mengancam akan menutup selat tersebut, memicu kekhawatiran krisis minyak global.Respons Pasar dan OPEC Di tengah ketidakpastian, kelompok mengumumkan peningkatan produksi minyak sebesar 206.000 barel per hari. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas pasar energi global di tengah ancaman gangguan pasokan.Israel Gempur Teheran Israel tidak tinggal diam. Militer
Israel kembali melancarkan serangan yang disebut menyasar “jantung Teheran”.Menteri Pertahanan Israel menyatakan kematian Khamenei sebagai “titik balik dalam perang” dan menegaskan operasi militer akan terus berlanjut.
Iran Tunjuk Pemimpin Sementara Pemerintah Iran bergerak cepat mengisi kekosongan kepemimpinan dengan menunjuk Alireza Arfi sebagai Pemimpin Tertinggi Sementara.
Presiden Iran, Masoud kian, menyebut pembunuhan Khamenei sebagai deklarasi perang dan menegaskan bahwa Iran akan memberikan respons tegas.AS Siaga di Irak dan Teluk Sistem pertahanan AS mencegat sedikitnya dua drone di atas wilayah Erbil, Irak utara.Washington juga memperingatkan warganya di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan UEA untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di ruang publik.
Gelombang Protes dan Reaksi Global Aksi demonstrasi pecah di sejumlah kota di Iran, termasuk Teheran dan Yazd. Massa menyerukan pembalasan terhadap AS dan Israel.Protes serupa juga terjadi di Irak Pakistan, hingga Kashmir.Beberapa insiden bahkan menimbulkan korban jiwa.
Sementara itu, International Atomic Energy Agency (IAEA) dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk membahas dampak situasi Iran terhadap stabilitas nuklir global.Dunia Menanti Arah Konflik Kematian Ayatollah Ali Khamenei menandai
babak baru konflik di Timur Tengah Ancaman penutupan Selat Hormuz, serangan lintas negara dan mobilisasi militer di berbagai front membuat dunia kini menanti apakah krisis ini akan berkembang menjadi perang terbuka yang lebih luas
Tim Indonesia ( Fajrah Akbar )










