Pangkalan bun,newsline.id–Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, membuat langkah mengejutkan dengan menghibahkan lahan pribadi seluas dulu puluh hektare di Kabupaten Kotawaringin Barat untuk pembangunan Sekolah Unggul Garuda. 8 Maret 2026
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Agustiar saat berada di Pangkalan Bun, Minggu. Ia menyatakan bahwa hibah lahan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional serta menyiapkan generasi muda menuju visi Indonesia Emas 2045.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini adalah bentuk dukungan kami terhadap program Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi muda Kalimantan Tengah menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Agustiar.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Garuda merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk selaras dengan visi nasional dalam menciptakan sumber daya manusia unggul sebagai kekuatan utama kemajuan bangsa.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen nyata Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendorong lompatan besar di sektor pendidikan di Bumi Tambun Bungai. Kehadiran Sekolah Garuda diharapkan mampu menghadirkan fasilitas pendidikan berstandar tinggi bagi masyarakat.
Keputusan menghibahkan lahan pribadi oleh seorang kepala daerah juga tergolong langka di kalangan pejabat publik. Tanah yang merupakan aset pribadi Gubernur tersebut diserahkan sepenuhnya guna mempercepat proses pembangunan fisik sekolah yang diproyeksikan menjadi pusat pendidikan unggulan di Kalimantan.
Agustiar berharap hibah lahan ini dapat menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk segera merealisasikan pembangunan infrastruktur pendidikan yang kompetitif dan berstandar internasional.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh tertunda hanya karena kendala administratif. Menurutnya, masa depan generasi muda Kalimantan Tengah jauh lebih berharga dibandingkan aset properti pribadi.
Selain itu, langkah tersebut diharapkan mampu memicu semangat gotong royong di antara seluruh pemangku kepentingan agar lebih serius dalam memperhatikan masa depan pendidikan generasi muda.
Secara teknis, lahan seluas 20 hektare yang dihibahkan dipilih karena memiliki lokasi strategis dan aksesibilitas yang mendukung pengembangan kawasan pendidikan terpadu
Ke depan, Sekolah Garuda tidak hanya akan menjadi bangunan fisik semata, tetapi juga simbol kemajuan intelektual yang mampu bersaing dengan sekolah sekolah unggulan di Pulau Jawa. Pemerintah daerah pun tengah menyiapkan proses rekrutmen tenaga pengajar berkualitas untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia di sekolah tersebut.Kehadiran Sekolah Unggul Garuda juga diprediksi akan menjadi
( Saifullah )










