Palangka Raya,newsline,id–Ancaman mematikan yang dijuluki sebagai “silent killer” kini nyata mengintai generasi muda di Kota Cantik Palangka Raya.
Merespons kondisi darurat kesehatan ini, Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Ilmu Administrasi dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah
Palangkaraya secara mengejutkan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya serta Puskesmas Marina Permai untuk melakukan aksi deteksi dini faktor risiko Hipertensi massal di lingkungan kampus pada Kamis (26/3/2026).
Langkah agresif ini menyasar sedikitnya seratus peserta, mulai dari mahasiswa usia produktif hingga para dosen yang selama ini mungkin merasa sehat-sehat saja. Tidak main-main, tim medis dikerahkan langsung ke lokasi untuk mengendus potensi penyakit yang seringkali muncul tanpa gejala namun berujung fatal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Dekan Dr. Milka, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk komitmen nyata perguruan tinggi dalam mendukung terciptanya masyarakat sehat. “Ini adalah implementasi dari tridharma perguruan tinggi. Kita ingin memastikan generasi muda kita tidak roboh sebelum waktunya akibat mengabaikan kesehatan,” ujarnya dengan nada tegas.
Ketegangan sempat terasa saat satu per satu peserta menjalani pemeriksaan tekanan darah, pengukuran indeks massa tubuh, hingga konsultasi mendalam. Hasilnya, pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko sejak dini agar intervensi medis dapat dilakukan secepat kilat sebelum komplikasi serius seperti gangguan jantung, stroke, hingga kerusakan ginjal menyerang secara permanen.
Petugas kesehatan yang bertugas mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa gaya hidup tidak sehat menjadi pemicu utama. Pola makan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik akibat kesibukan akademik, stres yang tidak terkelola, hingga faktor keturunan kini menjadi musuh dalam selimut bagi kalangan usia produktif di Palangka Raya.
Upaya preventif ini dinilai sangat strategis karena hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah meningkat di atas batas normal tanpa menunjukkan tanda-tanda khusus. Jika tidak segera dideteksi, dampaknya akan merusak kualitas hidup penderita dalam jangka panjang, bahkan mengancam masa depan bangsa jika dialami oleh para mahasiswa.
Tak hanya pemeriksaan fisik, tenaga kesehatan juga memberikan edukasi “pedas” mengenai langkah pengobatan dan perubahan gaya hidup. Peserta diingatkan untuk segera mengatur pola makan, rutin berolahraga, serta mengelola stres sebagai kunci utama penanganan penyakit mematikan ini, di samping penggunaan obat antihipertensi sesuai anjuran dokter jika diperlukan.
Masyarakat, khususnya mahasiswa, kini diimbau keras untuk membatasi konsumsi garam, memperbanyak asupan buah dan sayur, serta menjauhi kebiasaan merokok dan alkohol. Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin dinilai sebagai satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang sedang “dipeluk” oleh risiko hipertensi atau tidak.
Sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah seperti yang dilakukan dan Dinkes ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata. Langkah promotif dan preventif ini dipandang sebagai langkah cerdas untuk menekan angka kasus hipertensi di Palangka Raya yang kian mengkhawatirkan di kalangan remaja.
Sudahkah Anda memeriksakan tekanan darah hari ini, Jangan sampai “silent killer” ini mengetuk pintu Anda saat semuanya sudah terlambat. Langkah yang diambil ini menjadi pengingat keras bagi institusi lain untuk tidak abai terhadap kesehatan lingkungan kerjanya sendiri.
Tim Newsline (Saifullah)
Editor : Akbar News
Sumber Berita: Dinkes Kalteng










