Di Tengah Efisiensi Anggaran, Bimtek DPRD Prabumulih ke Bogor Diduga Telan Miliaran Rupiah

Wednesday, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRABUMULIH – Kebijakan efisiensi anggaran yang digaungkan pemerintah kembali menjadi sorotan. Pasalnya, di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai persoalan, termasuk dampak karhutla dan kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kekeringan, kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD Kota Prabumulih justru digelar di luar daerah.

Informasi yang dihimpun, Bimtek anggota DPRD Prabumulih tersebut berlangsung di salah satu hotel di kawasan Bogor, Jawa Barat. Kegiatan itu disebut berlangsung selama kurang lebih satu pekan.

Pelaksanaan kegiatan di luar daerah dengan durasi cukup panjang tersebut sontak memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama menyangkut penggunaan anggaran daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, beredar informasi bahwa anggaran untuk kegiatan tersebut mencapai miliaran rupiah. Namun, hingga kini nilai pasti anggaran, sumber pembiayaan, jumlah peserta, serta rincian biaya kegiatan belum diperoleh secara resmi.

Sorotan semakin mengemuka karena kegiatan tersebut berlangsung ketika semangat efisiensi anggaran sedang digaungkan. Di sisi lain, masyarakat masih dihadapkan pada berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah.

Kondisi karhutla serta musim kekeringan yang menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan memperoleh air bersih menjadi salah satu persoalan yang dinilai lebih mendesak untuk mendapat perhatian.

Masyarakat pun mempertanyakan, apakah pelaksanaan Bimtek selama sepekan di Bogor benar-benar sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan dan manfaat yang dihasilkan bagi peningkatan kinerja DPRD.

Secara prinsip, Bimtek memang dapat menjadi sarana peningkatan kapasitas anggota DPRD, terutama dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan.

Namun demikian, ketika kegiatan tersebut menggunakan APBD, transparansi menjadi hal yang penting. Publik berhak mengetahui berapa anggaran yang digunakan, siapa penyelenggaranya, materi yang diberikan, jumlah peserta, hingga hasil atau output yang diperoleh dari kegiatan tersebut.

Selain Bimtek, sorotan publik terhadap DPRD juga kerap berkaitan dengan sejumlah pos anggaran lainnya, seperti perjalanan dinas maupun Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang menjadi bagian dalam pembahasan APBD.

Karena itu, muncul pertanyaan di tengah masyarakat: sejauh mana prinsip efisiensi benar-benar diterapkan dalam penggunaan anggaran DPRD?

Beredarnya dugaan bahwa kegiatan Bimtek berpotensi hanya menjadi agenda perjalanan sekaligus rekreasi juga perlu mendapat klarifikasi. Dugaan tersebut tentu tidak dapat dianggap sebagai fakta tanpa adanya bukti dan penjelasan resmi dari pihak DPRD.

Untuk mendapatkan informasi yang berimbang, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Sekretaris DPRD (Sekwan) Prabumulih terkait pelaksanaan Bimtek tersebut.

Konfirmasi juga telah disampaikan kepada Kabag Persidangan melalui pesan WhatsApp ke nomor telepon masing-masing.

Sejumlah pertanyaan diajukan, di antaranya mengenai nilai anggaran, sumber anggaran, jumlah peserta, lama kegiatan, lokasi dan hotel yang digunakan, pihak penyelenggara, materi Bimtek, serta tujuan dan output kegiatan.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh jawaban maupun penjelasan resmi dari Sekwan dan Kabag Persidangan DPRD Prabumulih.

Belum adanya penjelasan tersebut membuat publik masih menunggu transparansi dari pihak DPRD Prabumulih.

Sebab, anggaran yang digunakan bersumber dari APBD, yang pada hakikatnya merupakan uang masyarakat. Terlebih, ketika efisiensi anggaran menjadi salah satu isu penting dalam pengelolaan keuangan daerah.

Jika efisiensi menjadi semangat bersama, masyarakat tentu berharap prinsip tersebut diterapkan secara konsisten, termasuk dalam pelaksanaan Bimtek, perjalanan dinas, maupun berbagai kegiatan DPRD lainnya.

Kini pertanyaannya sederhana: berapa anggaran yang dihabiskan untuk Bimtek di Bogor tersebut, apa hasil konkretnya, dan apakah biaya yang dikeluarkan benar-benar sebanding dengan manfaat yang diterima masyarakat?

Berita Terkait

Enam Rumah Kontrakan Ludes Terbakar Di Prabumulih Barat
Sinergi Polisi Dan Warga Berbuah Pengungkapan Kasus Narkoba
Proyek Strategis Nasional Tersandung Dugaan Solar Subsidi Ilegal Di Bekasi
Prabowo Tegaskan Pendidikan Strategis Jadi Pilar Kekuatan Pertahanan Nasional
Federasi Media Online Indonesia Resmi Berdiri
Buruh Pelabuhan Panjang Laporkan Koperasi Diduga Monopoli
Bayi Dibuang Ke Sampah Warga Kertapati Heboh
Kapolri Pastikan Pelayanan Mudik Di Kalikangkung Maksimal

Berita Terkait

Wednesday, 2 September 2026 - 23:13

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Bimtek DPRD Prabumulih ke Bogor Diduga Telan Miliaran Rupiah

Tuesday, 9 June 2026 - 11:01

Enam Rumah Kontrakan Ludes Terbakar Di Prabumulih Barat

Wednesday, 3 June 2026 - 08:38

Sinergi Polisi Dan Warga Berbuah Pengungkapan Kasus Narkoba

Tuesday, 26 May 2026 - 13:32

Proyek Strategis Nasional Tersandung Dugaan Solar Subsidi Ilegal Di Bekasi

Tuesday, 26 May 2026 - 00:26

Prabowo Tegaskan Pendidikan Strategis Jadi Pilar Kekuatan Pertahanan Nasional

Berita Terbaru

Kabupaten Muaraenim

Warga Air Limau Minta Prioritas Kerja Lokal

Friday, 11 Sep 2026 - 20:35

Prabumulih

Satukan Literasi Dan Kreativitas

Monday, 31 Aug 2026 - 17:46

Prabumulih

Gerindra Sumsel Gelar Pelatihan Paralegal Dan Politik

Sunday, 30 Aug 2026 - 14:03

Prabumulih

Ajak Masyarakat Jaga Kebugaran

Saturday, 29 Aug 2026 - 15:19