Bansos Kalteng Disorot,Pekat Jangan Ganggu Stabilitas Daerah

Sunday, 1 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya,newsline.id–Publik Kalimantan Tengah mendadak dihebohkan dengan mencuatnya kembali isu dugaan penyimpangan dana bantuan sosial (bansos). Isu tersebut bergulir di tengah upaya pemerintah daerah menyalurkan bantuan kepada masyarakat kecil.

 

Muncul pertanyaan di tengah masyarakat: apakah polemik ini benar-benar murni bentuk kontrol sosial demi transparansi, atau justru bagian dari manuver politik untuk menjatuhkan pemerintahan yang sedang berjalan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Organisasi Pemuda Anti Korupsi (PEKAT) Kalteng angkat bicara. Mereka menilai isu tersebut sarat kepentingan politik dan bukan semata-mata gerakan pengawasan publik.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PEKAT Kalteng, Akhmad Rusdi Noor, menyatakan pihaknya mencium adanya motif tertentu di balik kembali diangkatnya narasi dugaan penyimpangan bansos.

 

“Kami menilai isu ini bukan murni gerakan kontrol sosial. Indikasinya kuat sebagai upaya menjatuhkan pemerintahan Gubernur

 

dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah yang sah dan saat ini dicintai rakyat karena kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya melalui program-program bansos,” ujarnya di Palangka Raya, Minggu (29/2/2026).

 

Menurutnya, tudingan yang kembali digulirkan saat ini mengabaikan fakta administratif serta data penyaluran bansos yang telah terdokumentasi secara lengkap dan transparan.

 

PEKAT bahkan menilai gerakan tersebut sebagai upaya sistematis untuk membunuh karakter Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo.

 

Pria yang akrab disapa Uncu itu menegaskan bahwa proses penyaluran bansos selama ini telah dikawal sejak tahap perencanaan.

 

“Kami yang paling depan mengawasi sejak perencanaan. Datanya lengkap, penerimanya jelas. Jadi kalau sekarang digoreng lagi, ini jelas pesanan aktor politik yang kalah di Pilkada lalu tapi belum bisa menerima kenyataan,” tegasnya.

 

PEKAT menduga terdapat pola lama yang kembali dimainkan, yakni menjadikan isu hukum sebagai alat untuk menyerang pemimpin daerah yang dinilai sedang mendapat dukungan luas dari masyarakat.

 

Mereka pun mengimbau masyarakat Kalimantan Tengah agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dinilai sengaja dibangun untuk mengganggu stabilitas daerah.

 

“Jangan sampai kepedulian pemerintah kepada rakyat kecil lewat bansos justru diplintir menjadi alat serangan politik. Kasihan rakyat yang benar-benar membutuhkan bantuan jika programnya terus diganggu,” pungkasnya.

 

(Saifullah Hakim)

Berita Terkait

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Bimtek DPRD Prabumulih ke Bogor Diduga Telan Miliaran Rupiah
Enam Rumah Kontrakan Ludes Terbakar Di Prabumulih Barat
Sinergi Polisi Dan Warga Berbuah Pengungkapan Kasus Narkoba
Proyek Strategis Nasional Tersandung Dugaan Solar Subsidi Ilegal Di Bekasi
Prabowo Tegaskan Pendidikan Strategis Jadi Pilar Kekuatan Pertahanan Nasional
Federasi Media Online Indonesia Resmi Berdiri
Buruh Pelabuhan Panjang Laporkan Koperasi Diduga Monopoli
Bayi Dibuang Ke Sampah Warga Kertapati Heboh

Berita Terkait

Wednesday, 2 September 2026 - 23:13

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Bimtek DPRD Prabumulih ke Bogor Diduga Telan Miliaran Rupiah

Tuesday, 9 June 2026 - 11:01

Enam Rumah Kontrakan Ludes Terbakar Di Prabumulih Barat

Wednesday, 3 June 2026 - 08:38

Sinergi Polisi Dan Warga Berbuah Pengungkapan Kasus Narkoba

Tuesday, 26 May 2026 - 13:32

Proyek Strategis Nasional Tersandung Dugaan Solar Subsidi Ilegal Di Bekasi

Tuesday, 26 May 2026 - 00:26

Prabowo Tegaskan Pendidikan Strategis Jadi Pilar Kekuatan Pertahanan Nasional

Berita Terbaru

Kabupaten Muaraenim

Warga Air Limau Minta Prioritas Kerja Lokal

Friday, 11 Sep 2026 - 20:35

Prabumulih

Satukan Literasi Dan Kreativitas

Monday, 31 Aug 2026 - 17:46

Prabumulih

Gerindra Sumsel Gelar Pelatihan Paralegal Dan Politik

Sunday, 30 Aug 2026 - 14:03

Prabumulih

Ajak Masyarakat Jaga Kebugaran

Saturday, 29 Aug 2026 - 15:19