Bakasi,newsline.id-Ketegangan di media sosial kembali memanas setelah muncul tuduhan sepihak dari seorang oknum ketua organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Bekasi terkait pembuatan konten karikatur dan meme yang diduga menyerang dirinya.
Oknum tersebut menuding akun pembuat konten merupakan milik IWO Indonesia, bahkan melayangkan ancaman kepada Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi, Ade Gentong, agar segera menghapus konten dimaksud.
Menanggapi hal itu, Ade Gentong akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan menyebutnya sebagai fitnah.Dalam tangkapan layar percakapan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
WhatsApp yang beredar, terlihat sosok yang disapa “Pak Haji” melontarkan peringatan keras, bahkan menyebut istilah “perang badar” serta ancaman pengerahan massa apabila konten tersebut tidak segera dihapus.Ade Gentong dengan tegas membantah keterlibatannya dalam pembuatan konten tersebut.
“Mohon izin Pak Haji, ini sudah fitnah. Saya tidak pernah buat meme. Akun TikTok Bekasi itu masih kusut, bukan saya yang buat dan saya tidak tahu akun tersebut,” ujarnya dalam pesan balasan.
Lebih lanjut, ia menantang pihak yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum resmi apabila memiliki bukti kuat, daripada melayangkan ancaman secara pribadi.
“Kalau memang merasa benar saya yang buat, silakan laporkan saja ke Polres. Jangan teror, ngajak perang badar atau mau bawa pasukan. Urusan hidup mati Allah yang atur. Saya tidak takut, apalagi kalau saya tidak salah,” tegasnya.
Istilah “Jangan Geludug Terus Tapi Tak Turun Hujan” pun mencuat sebagai sindiran terhadap pihak yang dinilai hanya berani melontarkan ancaman besar tanpa diikuti langkah hukum yang nyata.
Masyarakat pun diingatkan bahwa setiap persoalan, khususnya yang berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) atau dugaan pencemaran nama baik, seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku, bukan dengan intimidasi atau ancaman kekerasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi yang terkonfirmasi dari pihak pelapor ke kepolisian setempat. Publik berharap situasi tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi konflik fisik di lapangan.
Iwo Indonesia ( Sakrin )
Editor : Akbar News
Sumber Berita: Iwo Indonesia










