Ogan Komering Ilir,newsline.id-Kodam Sriwijaya terus mempercepat pembangunan tiga jembatan gantung di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Komering Ulu (Oku), Provinsi Sumatera Selatan. Pembangunan ini menjadi bukti komitmen TNI AD dalam mendukung percepatan infrastruktur daerah serta memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan. Jum’at 27 Februari 2026
Langkah tersebut juga selaras dengan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam mendorong pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pelosok. Kehadiran jembatan gantung diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, membuka akses pendidikan dan kesehatan, serta menggerakkan roda perekonomian desa.Jembatan Sungai Ogan Capai 71 Persen
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembangunan jembatan pertama berada di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU, yang merupakan wilayah teritorial Koramil 403-12/Baturaja Kodim 0403/OKU. Jembatan gantung ini memiliki panjang 100 meter dan lebar 2 meter, membentang di atas Sungai Ogan.
Proses pembangunan dilakukan oleh prajurit TNI AD bersama masyarakat setempat. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pembuatan
penggantung gelagar melintang, pemasangan gelagar melintang, serta pengecoran tambatan taki angin. Hingga akhir Februari 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 71 persen.Jembatan Sungai Dabuk Masuki Tahap Awal jembatan kedua dibangun di Sungai Dabuk,
Desa Embacang, Kabupaten OKI, yang masuk wilayah Koramil 402-09/Mesuji. Jembatan ini direncanakan memiliki panjang sekitar 100 meter dan lebar 2 meter untuk melintasi sungai selebar kurang lebih 30 meter.
Selama ini, wilayah tersebut memiliki keterbatasan akses akibat kondisi geografis. Pembangunan jembatan ini menjadi jalur penghubung vital bagi masyarakat. Saat ini progres fisik telah
mencapai 15 persen, dan tim di lapangan terus mengerjakan tahapan teknis agar pembangunan dapat selesai tepat waktu. Jembatan Kuala Dua Belas Sepanjang 120 Meter
Proyek ketiga berada di Desa Kuala Dua Belas, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, di bawah pengawasan Koramil 402-11/Tulung Selapan. Jembatan ini
memiliki panjang sekitar 120 meter dan lebar 1,5 meter, membentang di atas sungai dengan lebar hampir 120 meter. Secara teknis, jembatan ini menjadi salah satu sarana penyeberangan terpanjang di wilayah tersebut.
Saat ini progres pekerjaan telah mencapai sekitar 13 persen. Personel TNI bersama masyarakat setempat terus bekerja sama memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan sesuai standar keamanan.
Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania menyampaikan bahwa pembangunan ketiga jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari pengabdian TNI untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat di daerah terpencil.
“Percepatan pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat, baik untuk pendidikan, layanan kesehatan, maupun kegiatan perdagangan. Kami berharap pengerjaan dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan warga,” ujarnya,
Ia menambahkan, kehadiran tiga jembatan gantung ini diharapkan membawa perubahan signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ilir.
Tim Newsline ( Agung )










