Sampit,newsline.id–Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mulai mencapai puncaknya. Pada Minggu (15/3/2026) ribuan pemudik memadati terminal penumpang untuk menyeberang menuju Pulau Jawa.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak pelabuhan mengerahkan tiga kapal penumpang sekaligus yang akan berlayar menuju Semarang dan Surabaya. Sejak dini hari, para calon penumpang terlihat sudah memenuhi area terminal dengan membawa berbagai barang bawaan.
Manajer Terminal Pelayanan Pelabuhan Sampit, Tri Purbo Waluyo, mengatakan pihaknya melakukan berbagai langkah pengamanan dan pengaturan arus penumpang agar proses keberangkatan berjalan tertib dan lancar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Fokus kami saat ini memastikan proses naik kapal berjalan aman dan tidak terjadi penumpukan di pintu masuk kapal,” ujarnya.
Pihak pelabuhan juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar terminal. Bahkan, penutupan sementara jalan di depan terminal dilakukan guna menghindari kemacetan kendaraan saat ribuan pemudik memasuki area pelabuhan.
Lonjakan penumpang tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tiket kapal laut dari Pelabuhan Sampit bahkan dilaporkan sudah habis terjual sejak beberapa hari sebelumnya.
Selain pengaturan arus penumpang, pihak pelabuhan juga meningkatkan pengawasan untuk mencegah adanya penumpang tanpa tiket resmi. Hanya calon penumpang yang memiliki tiket yang diperbolehkan memasuki area dermaga.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari kelebihan kapasitas penumpang yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
Adapun kapal yang diberangkatkan merupakan armada milik PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama (DLU). Salah satunya adalah KM Kirana III yang mengangkut ratusan penumpang serta puluhan kendaraan menuju Pulau Jawa.
Sementara itu, Posko Terpadu Angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit akan beroperasi selama 18 hari hingga 30 Maret 2026. Posko tersebut melibatkan berbagai instansi guna memastikan kelancaran arus mudik serta memberikan pelayanan bagi para pemudik.
Pelabuhan Sampit sendiri selama ini menjadi salah satu jalur utama mudik bagi masyarakat Kalimantan Tengah yang ingin pulang ke kampung halaman di Pulau Jawa. Pemerintah daerah juga menyiagakan petugas kesehatan untuk membantu para pemudik yang kelelahan selama perjalanan maupun saat menunggu keberangkatan.
Meski harus berdesakan dan menunggu cukup lama, semangat para pemudik untuk pulang kampung tetap tinggi. Harapan untuk merayakan IdulFitri bersama keluarga di kampung halaman menjadi motivasi utama bagi mereka.
Tim Newsline ( Saifullah )
Editor : Kayla Asyifa
Sumber Berita: Kapolda Kalteng










