Palangka Raya,newsline.id–Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuat gebrakan besar di sektor pendidikan. Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, meluncurkan program perluasan kuliah gratis bagi ribuan mahasiswa dengan menggandeng 36 perguruan tinggi sebagai mitra.
Kebijakan ini diumumkan di Palangka Raya, Sabtu (7/3/2026), sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tidak ingin ada lagi anak-anak Kalteng yang hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Mereka harus kuliah. Soal biaya, pemerintah provinsi yang akan menanggungnya,” tegas Gubernur Agustiar Sabran.
Program ini merupakan pengembangan dari skema beasiswa sebelumnya yang dinilai masih terbatas. Melalui perluasan kerja sama dengan 36 universitas dan sekolah tinggi, kesempatan kuliah gratis kini terbuka lebih luas bagi mahasiswa Kalimantan Tengah.

Perguruan tinggi yang terlibat mencakup berbagai bidang keilmuan, mulai dari kesehatan, teknik, hingga pendidikan keguruan. Dengan cakupan disiplin ilmu yang lebih beragam, pemerintah berharap lulusan program ini mampu menjawab kebutuhan tenaga profesional di berbagai sektor pembangunan daerah.
Pemprov Kalteng juga telah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk menanggung biaya perkuliahan mahasiswa di seluruh kampus mitra yang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah daerah.
Program ini diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah daerah menilai peningkatan akses pendidikan tinggi
menjadi salah satu cara efektif untuk menekan angka kemiskinan dan mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan investasi serta perkembangan ekonomi global.
Langkah ini pun mendapat perhatian luas dari masyarakat. Di tengah meningkatnya biaya pendidikan tinggi di berbagai daerah, kebijakan kuliah gratis di Kalimantan Tengah dinilai sebagai upaya progresif yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Meski demikian, sejumlah pihak juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program tersebut.
Transparansi dalam proses seleksi penerima beasiswa serta pengelolaan anggaran menjadi kunci agar program ini benar-benar tepat sasaran.
Saat ini, masyarakat dan calon mahasiswa menantikan informasi teknis terkait mekanisme pendaftaran dan seleksi program kuliah gratis tersebut.
Program ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi generasi muda Kalimantan Tengah untuk mengenyam pendidikan tinggi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa depan.
(Saifullah Hakim)










