Jakarta,newsline.id-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto secara resmi menerima pesawat angkut berat Airbus A-400M dengan nomor registrasi A-4001 dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dalam sebuah upacara penyerahan yang berlangsung di Apron Pandawa, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin 3 Oktober 2025
Penyerahan tersebut ditandai dengan serah terima kunci pesawat secara simbolis dari Presiden kepada Panglima TNI, yang kemudian diteruskan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo juga melakukan pelepasan tirai logo Skadron Udara 31 pada badan pesawat dan penyiraman air ke roda depan pesawat sebagai simbol pengukuhan A400M/MRTT Alpha 4001 menjadi bagian dari kekuatan udara strategis Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas kedatangan pesawat canggih tersebut, yang diharapkan akan menambah kekuatan TNI dalam berbagai operasi strategis maupun misi kemanusiaan.
“Untuk C-130 kita sudah punya kontainer ambulans udara. Saya perintahkan kita segera pesan modul ambulans udara untuk A400, dan juga saya sudah instruksikan untuk diperlengkapi dengan alat-alat menghadapi kebakaran hutan,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga menegaskan bahwa peningkatan kemampuan TNI melalui pengadaan pesawat ini tidak hanya untuk kepentingan pertahanan, tetapi juga sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional menghadapi bencana dan misi kemanusiaan.
“TNI adalah alat negara yang ikut sangat besar peranannya dalam menghadapi bencana, kesulitan, dan masalah-masalah kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Pesawat Airbus A400M/MRTT merupakan pesawat angkut militer multiguna dengan kemampuan air-to-air refuelling serta kapasitas angkut hingga 37 ton. Pesawat ini mampu beroperasi di landasan semi-permanen dan memiliki daya jelajah hingga delapan jam tanpa pengisian bahan bakar, menjadikannya aset strategis bagi TNI Angkatan Udara dalam mendukung operasi pertahanan, kemanusiaan, dan tanggap darurat di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan penambahan armada ini, kekuatan udara Indonesia semakin kokoh dan siap menjawab tantangan pertahanan serta kebutuhan misi kemanusiaan di masa depan.
{Fajrah Akbar}










