Palangka Raya,newsline.id–Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya menunjukkan komitmen nyata dalam
mendukung pelestarian lingkungan. Melalui Fakultas Pertanian dan Kehutanan resmi ditetapkan sebagai implementing partner program Indonesia’Net Sink 2030 berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Indonesia’Net Sink 2030 merupakan agenda nasional yang menargetkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan (Forestry and Other Land Use mampu menyerap emisi karbon lebih besar dibandingkan yang dilepaskan pada tahun 2030.
Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Umpr, Dr. Nanang Hanafi, menyampaikan bahwa penunjukan tersebut bukan sekadar capaian administratif, melainkan amanah besar yang harus dijalankan secara konkret.
“Ini adalah pengakuan atas kerja keras kami, sekaligus wujud komitmen Umpr untuk hadir di tengah masyarakat dan berkontribusi bagi kelestarian alam,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis (26/02/2026).
Sebagai mitra pelaksana, Umpr akan terlibat langsung dalam berbagai program strategis, mulai dari pendampingan masyarakat dalam pengelolaan lahan berkelanjutan, rehabilitasi lahan kritis, hingga upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan gambut Kalimantan Tengah.
Rektor Umpr Prof. Dr. Muhamad Yusuf, menegaskan bahwa peran tersebut merupakan bagian dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat dan lingkungan.
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” ungkapnya.
Menurutnya, menjaga ekosistem gambut dan hutan tropis Kalimantan memerlukan pendekatan berbasis sains serta kolaborasi multipihak antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Dengan keterlibatan aktif dalam program Net Sink 2030, menegaskan posisinya sebagai motor penggerak pelestarian lingkungan di Bumi Tambun Bungai. Langkah ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan target emisi rendah serta masa depan hijau Indonesia.
(Saifullah Hakim)










