Palembang,newsline.id–Hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Sumatera Selatan terpantau lancar dan terkendali, Jumat (13/3/2026).
Polda Sumatera Selatan menggerakkan seluruh jajaran kepolisian untuk melakukan pemantauan arus kendaraan di sejumlah jalur utama mudik, khususnya Jalur Lintas Timur (Jalintim) dan Jalur Lintas Tengah (Jaliteng) Sumatera yang menjadi rute utama para pemudik.
Pada hari pertama operasi,arus lalu lintas di kedua jalur tersebut dilaporkan berjalan normal tanpa hambatan berarti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan, tol fungsional Musi Landas dan Pulau Rimau dibuka sejak pukul 07.00 WIB. Pembukaan jalur tol sementara tersebut bertujuan untuk mengurai kepadatan kendaraan, khususnya di kawasan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.
Selain pemantauan jalur mudik, personel Sub satgas Rekayasa Lalu Lintas Operasi Ketupat Musi juga melakukan patroli serta pengaturan arus kendaraan di sejumlah titik keramaian di Palembang.
Sebanyak 29 personel diterjunkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas di kawasan pusat perbelanjaan, di antaranya di depan TVRI dan PS Mall Palembang, guna memastikan arus kendaraan tetap tertib dan lancar.
Kapolres Banyuasin, Risna Aldino, melaporkan bahwa arus lalu lintas di Jalur Lintas Timur wilayah Banyuasin yang dipantau sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB berjalan lancar.
Pemantauan tersebut dilakukan di empat titik strategis, yakni Pos Pengamanan Talang Kelapa, Simpang Pulau Rimau, Pintu Tol Pulau Rimau, serta Simpang Y Tugu Polwan Betung.
Sementara itu, Kapolres Musi Banyuasin, Ruri Prastowo, melaporkan situasi arus mudik di enam pos pengamanan yang tersebar di Jalintim dan Jalin teng.
“Empat pos berada di Jalintim dan dua pos. Hingga malam hari seluruhnya melaporkan arus kendaraan dalam kondisi lancar,” ujarnya.
Di wilayah lain, jajaran Polres juga melakukan pengecekan pos pengamanan dan pos pelayanan untuk memastikan kesiapan personel serta fasilitas pendukung.Kabagops Polres OKI, Ricky Mozam
bersama tim melakukan pengecekan di Pos Pengamanan Lempuing dan Pos Pelayanan Celi kah, sekaligus mendistribusikan logistik tambahan bagi personel yang bertugas.
Sementara itu, Kapolres Prabumulih, Bobby Kusumawardhana, memimpin langsung
pengecekan empat pos pengamanan di wilayah Prabumulih guna memastikan setiap pos beroperasi optimal dalam memberikan pelayanan kepada para pemudik.
Pada tingkat pengendalian operasi, Polda Sumsel juga menggelar rapat analisis dan evaluasi (Anev) secara virtual yang diikuti oleh 60 pos pengamanan dan pos pelayanan dari seluruh jajaran di wilayah Sumatera Selatan.
Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, mengatakan hari pertama Operasi Ketupat Musi menunjukkan kesiapan seluruh jajaran kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Seluruh jajaran bergerak serentak memantau situasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Situasi arus mudik pada hari pertama terpantau aman dan terkendali,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi kondisi lalu lintas melalui kanal resmi Polda Sumsel.
Ia juga mengingatkan para pemudik untuk memanfaatkan pos pengamanan maupun pos pelayanan apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Operasi Ketupat Musi 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pada pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Sumatera Selatan.
Tim Newsline ( Mursalan )
Editor : Kurniati S.Sos
Sumber Berita: Kabid Humas Polda Sumsel










