Gerak Cepat Lintas Instansi,Amputasi Berhasil Dicegah

Monday, 2 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pulang pisau,newsline.id–Drama kemanusiaan terjadi di jalur Trans Kalimantan, Sabtu (28/2/2026). Seorang tunawisma bernama Muhammad Lutfi Firdaus nyaris harus merelakan jari manis tangan kirinya diamputasi setelah setahun terlilit cincin besi yang tak pernah dilepas.

 

Lutfi, yang diketahui merupakan warga Banjarbaru, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Ia berjalan tertatih menggunakan tongkat, dengan tangan kiri membengkak hebat dan mengeluarkan bau busuk menyengat akibat infeksi parah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Peristiwa ini bermula saat Ririen Binti, penginjil dari Gereja Kalimantan Evangelis (GKE), melintas dalam perjalanan menuju Kuala Kapuas. Ia tergerak hatinya ketika melihat kondisi Lutfi yang tampak menahan sakit luar biasa.

Tanpa menunggu lama, Ririen segera menghubungi pihak terkait di Kabupaten Pulang Pisau. Koordinasi cepat dilakukan, dan korban langsung dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Pulang Pisau untuk mendapatkan penanganan medis darurat.Setibanya di rumah sakit, tim medis

 

menghadapi tantangan berat. Cincin besi yang melilit selama satu tahun telah menyebabkan luka terbuka dan pembusukan jaringan (nekrosis). Risiko amputasi pun sempat membayangi

 

Tim Pemadam Kebakaran setempat turut dilibatkan. Dengan menggunakan gerinda mini, cincin dipotong perlahan dan penuh kehati-hatian. Proses menegangkan itu berlangsung hampir dua jam di tengah rasa sakit yang dirasakan korban

Berkat kerja sama lintas instansi, cincin akhirnya berhasil dilepaskan tanpa harus melakukan amputasi. Luka korban kemudian dibersihkan dan mendapatkan perawatan intensif.

 

Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau memastikan seluruh biaya pengobatan digratiskan. Sejumlah warga juga memberikan bantuan sukarela sebelum Lutfi melanjutkan perjalanannya menuju Palangka Raya.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah kerasnya kehidupan jalanan, kepedulian dan solidaritas masih hidup. Penyelamatan ini bukan sekadar melepas cincin dari jari yang membusuk, tetapi juga wujud nyata kemanusiaan yang tak pernah padam.

 

(Saifullah Hakim)

Berita Terkait

Dinkes Palangka Raya Mendadak Di Serbu Mahasiswa
Tinjau Tanjung Puting,Gubernur  Kalteng Soroti Fasilitas Wisata
Dugaan Korupsi Proyek Gedung Seruyan, Fisik Tak Sesuai Rab
Wisata Membludak,Fasilitas Ujung Pandaran Tuai Kritik
Gebrakan Idul Fitri Gubernur Kalteng Tinjau Kampus Dua Umpr
Open House Gubernur,Warga Kalteng Diundang Ke Istana
Tiket Pesawat ke Jawa Habis,Ratusan Penumpang Di Bandara Bingung
Jelang Lebaran,Gubernur Kalteng Gratiskan Ribuan Sembako

Berita Terkait

Thursday, 26 March 2026 - 21:33

Dinkes Palangka Raya Mendadak Di Serbu Mahasiswa

Thursday, 26 March 2026 - 21:24

Tinjau Tanjung Puting,Gubernur  Kalteng Soroti Fasilitas Wisata

Monday, 23 March 2026 - 11:57

Dugaan Korupsi Proyek Gedung Seruyan, Fisik Tak Sesuai Rab

Monday, 23 March 2026 - 11:44

Wisata Membludak,Fasilitas Ujung Pandaran Tuai Kritik

Friday, 20 March 2026 - 23:35

Gebrakan Idul Fitri Gubernur Kalteng Tinjau Kampus Dua Umpr

Berita Terbaru

Jakarta

Menko Polkam Tekankan Respons Cepat Atasi Karhutla

Saturday, 1 Aug 2026 - 13:14

Pagaralam

Sinergi Elemen Masyarakat Ciptakan Kamtibmas

Friday, 31 Jul 2026 - 23:34

INTERNASIONAL

UU Hak Cipta Bahas Hak Media Digital

Friday, 31 Jul 2026 - 22:37

Palembang

Mangga Besar Siap Wujudkan Kelurahan Bersih Dan Sehat

Thursday, 23 Jul 2026 - 18:49