Palembang,newsline.id-Arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Sumatera Selatan mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini tercatat pada Senin (23/3/2026), yang merupakan hari keempat Lebaran sekaligus hari kesembilan pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.
Polda Sumatera Selatan mencatat penurunan drastis volume penumpang penyeberangan hingga sekitar 88 persen. Kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa puncak arus mudik telah berlalu, dan pergerakan masyarakat kini mulai didominasi arus balik
Di sisi lain, ruas Tol Terbanggi Besar pematang Panggang Kayuagung (Terpeka) mencatat volume kendaraan tertinggi selama operasi berlangsung. Tercatat sebanyak 14.179 kendaraan masuk dan 13.029 kendaraan keluar, menjadikan jalur ini sebagai titik utama pergerakan arus balik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, sejumlah ruas tol strategis lainnya juga menunjukkan tren peningkatan kendaraan keluar. Tol Kapal Betung dan Tol Be tajam mencatat jumlah kendaraan keluar lebih tinggi dibandingkan kendaraan masuk,
menandakan peningkatan arus menuju Palembang. Sementara itu, Tol Palindra dan Tol Indralaya Prabumulih masih didominasi kendaraan masuk, namun mulai menunjukkan tren kenaikan arus balik.
Perubahan pola pergerakan masyarakat juga terlihat dari data transportasi lainnya. Jumlah penumpang penyeberangan turun drastis dari lebih dari 119 ribu menjadi sekitar 14 ribu penumpang keberangkatan.
Di moda kereta api, jumlah kedatangan mencapai 2.363 penumpang, lebih tinggi dibandingkan keberangkatan sebanyak 1.831 penumpang. Hal ini menguatkan indikasi bahwa arus balik mulai mendominasi.
Sementara itu, terminal bus dan transportasi udara mencatat pergerakan yang relatif seimbang, dengan total mobilitas harian mencapai sekitar 47 ribu penumpang. Seluruh aktivitas ini tetap mendapat pengawalan penuh dari Polda Sumsel.Kecelakaan dan Faktor Kelelahan Jadi Perhatian
Dalam laporan terbaru, Polda Sumsel mencatat sebanyak 14 kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, terdapat 4 korban meninggal dunia, 7 luka berat, dan 17 luka ringan.
Munculnya kembali korban jiwa setelah sebelumnya nihil menjadi perhatian serius. Faktor kelelahan pengemudi dinilai sebagai salah satu penyebab utama kecelakaan pada fase arus balik.
Sebagai langkah antisipasi, Polda Sumsel meningkatkan edukasi keselamatan dan mengimbau para pengemudi untuk beristirahat cukup sebelum melanjutkan perjalanan.Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret
Polda Sumsel memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret 2026. Menghadapi kondisi tersebut, skenario rekayasa lalu lintas berupa sistem one way telah disiapkan.
Dirlantas Polda Sumsel bersama Satgas Lantas telah melakukan simulasi serta koordinasi dengan pengelola jalan tol guna memastikan penerapan rekayasa lalu lintas
Tim Newsline ( Agung )
Editor : Akbar News
Sumber Berita: Kabid Humas Polda Sumsel










