Jakarta.newsline.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menutup tahun 2025 dengan pesan kuat bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga memastikan kehadiran negara dalam melindungi kepentingan publik secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Kinerja Akhir Tahun KPK 2025 yang digelar di Gedung Juang KPK Ketua KPK Setyo Budiyanto bersama jajaran pimpinan memaparkan berbagai capaian strategis sepanjang tahun berjalan.(23/12/2025)
Di bidang penindakan, KPK mencatat 11 Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang mayoritas menyasar sektor pelayanan publik. Dari rangkaian penindakan tersebut, KPK menetapkan 118 tersangka dan berhasil melakukan pemulihan aset negara senilai Rp1,53 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, upaya pencegahan korupsi menunjukkan tren positif. Tingkat kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mencapai 94,89 persen. Selain itu, KPK menerima 4.580 laporan gratifikasi serta mencatat 18,5 juta kunjungan masyarakat ke platform transparansi
Pada sektor pendidikan dan budaya antikorupsi, KPK menyasar 27.826 pendidik, melibatkan sekitar 470.000 pembelajar melalui program e-learning, serta menyelenggarakan Anti-korupsi Film Festival ACFFEST yang menghadirkan 674 karya film dari berbagai daerah di Indonesia.
Penguatan kelembagaan juga menjadi perhatian serius. KPK terus mendorong transformasi digital, mencatat penyerapan anggaran sebesar 98,19 persen, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)
mencapai Rp539,6 miliar,serta kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk keenam kalinya secara berturut-turut.
KPK menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, baik internal lembaga maupun dukungan masyarakat. Capaian ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Bebas Korupsi 2045.
(Fajrah Akbar)










