PALEMBANG,newsline.id-Semangat literasi di Sumatera Selatan kembali menemukan momentumnya. Forum Lingkar Pena (FLP) Sumatera Selatan resmi meluncurkan Sekolah Menulis FLP Sumsel, sebuah program strategis yang digadang-gadang menjadi wadah lahirnya penulis muda berbakat dari daerah.
Program ini tidak sekadar pelatihan menulis biasa. Sekolah Menulis FLP Sumsel dirancang sebagai ekosistem pembelajaran terpadu yang menggabungkan teknik kepenulisan, penguatan karakter, hingga strategi menembus dunia penerbitan nasional.
Di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, program ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Selatan sebagai pelindung. Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ratu Tenny dipercaya sebagai pembina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peran strategis juga diemban oleh Ketua Umum Forum Relawan Hdcu Irwansyah Mulkan, bersama Kurnia yang didapuk sebagai dewan penasehat. Ia menegaskan bahwa literasi merupakan kunci kemajuan daerah.
“Menulis bukan hanya soal kata-kata, tetapi tentang membangun peradaban. Kita ingin anak-anak muda Sumsel mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Sekolah Menulis FLP Sumsel dipimpin oleh penulis senior Nani Syahriani sebagai School Leader, didukung oleh Jaka Feri Kusuma di bidang manajerial, serta Novita Sari di bidang administrasi.
Menurut Nani, kurikulum yang disiapkan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik intensif dan pendampingan hingga karya peserta siap diterbitkan.
“Kami ingin melahirkan penulis, bukan hanya orang yang bisa menulis. Setiap peserta akan dibimbing sampai menghasilkan karya nyata,” katanya.
Program ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki minat di dunia literasi. Dengan konsep pembelajaran yang inklusif dan modern, Sekolah Menulis FLP Sumsel diharapkan menjadi pusat lahirnya karya-karya berkualitas dari Bumi Sriwijaya.
Kehadirannya pun disambut antusias oleh masyarakat. Di tengah era digital yang serba cepat, gerakan literasi seperti ini dinilai menjadi oase yang mampu menghidupkan kembali budaya membaca dan menulis yang mulai tergerus.
Tak hanya itu, Sekolah Menulis FLP Sumsel juga diharapkan menjadi jembatan bagi penulis lokal untuk menembus industri kreatif, mulai dari buku, media digital, hingga film.
Dengan semangat kolaborasi dan visi besar membangun peradaban melalui literasi, Sekolah Menulis FLP Sumsel siap menjadi motor penggerak kebangkitan penulis muda generasi Z di Sumatera Selatan.Dari Sumsel untuk Indonesia, dari tulisan menuju perubahan.
Reporter ( Firdaus )
Editor : Akbar News
Sumber Berita: Gebernur Sumsel










