Palembang,newsline.id-Polda Sumatera Selatan menggelar kegiatan Pembinaan Personel dalam rangka pencegahan radikalisme dan intoleransi Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Selasa (10/2/2026) pagi.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis Polda Sumsel dalam memperkuat pemahaman ideologi kebangsaan serta meningkatkan profesionalisme personel guna menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta laporan Ketua Pelaksana oleh Kabag Wat pers Ro SDM Polda Sumsel.

Dalam sambutan Kapolda Sumsel yang diwakili Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., ditegaskan bahwa pembinaan berkelanjutan menjadi kunci dalam mencegah berkembangnya paham radikal dan sikap intoleran, baik di lingkungan internal kepolisian maupun di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Sumsel untuk terus memperkuat integritas, wawasan kebangsaan, dan profesionalisme personel dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Sudrajad.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para Pejabat Utama Polda Sumsel, para Perwira Menengah (Pamen), perwakilan Bag SDM, serta personel jajaran Polda Sumsel.Dalam sesi pembekalan materi, peserta menerima paparan dari sejumlah narasumber internal dan eksternal. Di
antaranya Kabid Agama FKPT Sumsel Drs. H. M. Yamin, M.Si., Katim Cegah Anti Teror Densus 88 Satgas Sumsel IPDA Fahrurozi, S.H., serta Ketua Umum Yayasan Pelita Bersatu sekaligus mantan narapidana teroris, Ustad Abdurrahman Taib.Kehadiran Ustad Abdurrahman Taib
memberikan perspektif berbeda melalui pengalaman pribadinya, sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan pencegahan dan pembinaan untuk menangkal penyebaran paham radikal.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar hingga penutupan. Melalui kegiatan ini, diharapkan komitmen personel Polda Sumsel dalam menjaga persatuan, nilai toleransi, serta keamanan wilayah Sumatera Selatan semakin kuat.
TIM INDONESIA (Fajrah Akbar)










