Palangka Raya,newsline.id–Buat kamu yang udah mulai scrolling tiket atau dengerin lagu “Mudik” di Spotify, ada info penting nih dari Polda Kalimantan Tengah! Biar nggak kejebak macet parah atau drama di jalan, mending simak jadwal “keramat” puncak arus mudik Lebaran 2026 ini.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng, Kombes Pol Yusep Dwi mengatakan, puncak arus mudik di Kalteng tahun ini diprediksi terjadi dalam dua gelombang, sebagaimana timeline yang sudah ditetapkan dalam rangka operasi ketupat
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026 untuk arus mudik dan 24-25 Maret dan 28-29 Maret untuk arus balik, baik arus mudik maupun arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang,” Ungkapnya kepada media di Palangka Raya, Sabtu (7/3/2026).
Yusep menjelaskan giat operasi ketupat dimulai pada 13 Maret sampai dengan 25 Maret. “Kegiatan operasi ketupat tergabung 2026 akan dimulai tanggal 13-25 Maret, kami akan menggelar apel lintas personel pada 12 Maret nanti di Polda Kalteng,” ungkapnya.
Yusep menambahkan kegiatan pengamanan mudik Lebaran kami sesuaikan dengan timeline yang sudah ditetapkan bersama lintas sektoral.
Bocoran Dirlantas Polda Kalteng, kalau tahun ini bakal ada fenomena unik: Puncak arus mudik nggak cuma sekali, tapi dua kali.
Biar rencana pulang kampung kamu makin smooth, pemudik Kalteng perhatiin dua gelombang ini. Gelombang 1: 14-15 Maret 2026 dan Gelombang 2: 18-19 Maret 2026
Tidak cuma mudik, buat pemudik yang udah mikirin balik ke perantauan, puncak arus balik juga diprediksi dua kali, yaitu tanggal 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026.
Seperti biasanya, Polda Kalteng jelang lebaran juga melakukan giat. Pihaknya nyiapin Operasi Ketupat 2026 yang bakal dikawal ketat sama sekitar 2.300 personel gabungan. Tujuannya, para pemudik yang mau ketemu orang tua, nenek, atau gebetan di kampung halaman bisa sampai dengan selamat tanpa hambatan.
“Kita harus menjamin kekhusyukan ibadah Ramadhan dan mengantisipasi gangguan keamanan,” pungkasnya.
Aparat Polda Kalteng ini, pengen mudik tahun ini nggak cuma soal “sampai”, tapi juga soal kenyamanan selama di perjalanan.
(Saifullah Hakim)









