PALEMBANG,newsline.id-Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran berpotensi memicu krisis pupuk global dan berdampak luas terhadap sektor pertanian, termasuk di Indonesia.
Ketegangan yang berkepanjangan dikhawatirkan mengganggu rantai pasok bahan baku pupuk dunia, terutama
komoditas penting seperti nitrogen, urea, dan fosfat. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya kelangkaan yang mengintai, tetapi juga lonjakan harga pupuk di pasar internasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum Forum Silaturahmi Relawan HDCU, H. Irwansyah Mulkan, mendorong langkah antisipatif melalui penguatan kemandirian sektor pertanian nasional.
Ia menawarkan penggunaan pupuk organik Green Grow sebagai solusi konkret untuk menghadapi potensi krisis tersebut. Menurutnya, ketergantungan terhadap pupuk kimia impor harus mulai dikurangi.
“Ketergantungan pada pupuk kimia impor harus kita tekan. Green Grow hadir sebagai alternatif pupuk organik yang dapat diproduksi dan dimanfaatkan secara berkelanjutan di dalam negeri,” ujarnya.
Irwansyah menilai, penggunaan pupuk organik tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam menghadapi ancaman kelangkaan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kesuburan tanah.
Pupuk organik seperti Green Grow dinilai mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan unsur hara alami, serta menjaga keseimbangan ekosistem pertanian secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia juga mendorong pemerintah untuk memperkuat dukungan terhadap pengembangan pupuk organik. Dukungan tersebut meliputi program pelatihan bagi petani, pemberian insentif produksi, hingga perluasan jaringan distribusi.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemandirian pertanian. Dengan pupuk organik seperti Green Grow, kita tidak hanya mengatasi potensi krisis, tetapi juga membangun sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ia pun mengajak para petani di berbagai daerah untuk mulai mencoba dan beralih secara bertahap ke penggunaan pupuk organik sebagai bagian dari transformasi menuju pertanian yang mandiri dan ramah lingkungan.
Reporter ( Firdaus )
Editor : Akbar News
Sumber Berita: H.Irawansya Relawan HDCU










