Palembang,newsline.id–Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang senantiasa dirindukan umat Islam. Bulan penuh keberkahan, rahmat, dan ampunan ini menjadi momentum istimewa untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan Ustaz H. Fadillah Akbar, S.Psi., M.M., C.IP., CT.PS. saat menyampaikan Kajian Subuh di Masjid Al Aman, Komplek Fakri, Palembang, pada Sabtu, 12 Sya’ban 1447 H 31 Januari 2026.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Fadillah Akbar mengajak jamaah untuk senantiasa memanjatkan doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan, sebagaimana doa yang sering diamalkan sejak bulan Rajab dan Sya’ban
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’bana wa baligh Ramadhan.”
Artinya: “Ya Allah, berkahi lah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.”
Kajian tersebut turut dihadiri Ketua Masjid Al Aman Palembang AKBP Takdir, S.H., para jamaah, serta personel Bintara Remaja (Baja) Polda Sumatera Selatan.
Ustaz Fadlillahi Akbar menjelaskan, doa singkat tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Doa ini merupakan ajaran Rasulullah Saw yang
mengingatkan umat Islam agar bersegera mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin, dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
“Ramadhan adalah bulan istimewa, bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Bulan yang menjadi wasilah bagi seorang hamba untuk terhindar dari siksa api neraka,” ujarnya.
Menurutnya, untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan, setidaknya ada dua persiapan utama yang harus dilakukan, yakni persiapan lahiriah dan batiniah, atau fisik dan mental, baik yang bersifat materi maupun non materi Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183, yang menegaskan kewajiban berpuasa bagi orang-orang beriman agar mencapai derajat takwa.
Sebagai bagian dari persiapan lahiriah, umat Islam dianjurkan melatih diri dengan memperbanyak puasa sunnah pada bulan Rajab dan Sya’ban. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh
Rasulullah Saw, yang banyak berpuasa di bulan Sya’ban sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Selain persiapan fisik, Ustaz Fadillah Akbar menekankan pentingnya persiapan batiniah, salah satunya dengan menanamkan rasa gembira dan bahagia dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan.
“Secara psikologis, perasaan gembira akan melahirkan motivasi dan kecintaan dalam beribadah. Jika rasa cinta sudah tumbuh, maka ibadah akan dijalankan dengan lebih maksimal,” jelasnya.
Ia juga mengutip hadis Rasulullah Saw yang menyebutkan bahwa siapa saja yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah SWT akan mengharamkan jasadnya dari api neraka.
Ustaz Fadillah Akbar menambahkan, selain kesiapan mental dan spiritual, umat Islam juga perlu membekali diri dengan peningkatan ilmu dan pemahaman agama, khususnya terkait tuntunan ibadah di bulan Ramadhan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti kajian keislaman, majelis taklim, maupun melalui berbagai media pembelajaran lainnya.
“Upaya ini penting agar kita tidak kehilangan momentum awal Ramadhan dan mampu mengoptimalkan setiap peluang ibadah sepanjang bulan suci,” pungkasnya.
Ia berharap, dengan persiapan lahir dan batin yang matang, umat Islam dapat memaksimalkan ibadah Ramadhan dan meraih tujuan utama puasa, yakni mencapai derajat muttaqin. *Fajrah*










