Palembang,newsline.id–Dinamika politik Sumatera Selatan mulai menunjukkan peningkatan signifikan menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2029.
Sejumlah nama dari berbagai latar belakang mulai dari kepala daerah, politisi nasional, anggota legislatif, hingga tokoh relawan diprediksi akan meramaikan bursa calon. Kamis 2 April 2026
Kontestasi kali ini diperkirakan menghadirkan pertarungan antara kekuatan elite politik mapan dan gelombang baru berbasis relawan serta akar rumput.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari kalangan kepala daerah, nama Popo Ali Martopo dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan yang stabil dengan basis dukungan yang teruji. Heri Amalindo juga dikenal luas berkat sejumlah
program pro-rakyat yang mendongkrak popularitasnya lintas wilayah. Sementara itu, Cik Ujang berpeluang menjadi kandidat kuat apabila mampu menjaga konsolidasi politik hingga masa pemilihan.
Di sisi lain, figur nasional dan legislatif tetap menjadi kekuatan utama dalam peta politik Sumsel. Mawardi Yahya masih memiliki pengaruh signifikan melalui jaringan partai dan pengalaman panjang di dunia politik. Figur
perempuan seperti Ra Anita Noeringhati turut menjadi sorotan dengan basis massa yang solid, khususnya di kalangan organisasi sosial dan keagamaan.
Pengaruh di wilayah perkotaan juga masih lekat dengan Eddy Santana Putra. Sementara Riezky Aprilia merepresentasikan kekuatan politisi muda dengan jejaring nasional yang terus berkembang.
Fenomena menarik datang dari anggota DPD RI yang berpotensi menjadi “kuda hitam”. Eva Susanti dan Jialyka Maharani dinilai memiliki keunggulan pada basis suara individu yang tersebar merata di berbagai kabupaten/kota di Sumsel.
Perkembangan paling mencolok adalah munculnya tokoh tokoh baru yang mengandalkan kekuatan relawan dan pendekatan langsung ke masyarakat. Prana Putra Sohe mulai diperhitungkan sebagai figur alternatif dengan pengalaman eksekutif serta citra pembangunan daerah yang cukup kuat.
Sosok Irwansyah Mulkan juga menjadi perhatian. Pengusaha muda ini dikenal aktif membangun jaringan relawan di tingkat akar rumput melalui kekuatan relawan HDCU yang dipimpinnya. Kedekatan emosional dengan masyarakat dinilai menjadi modal penting di tengah dinamika politik modern yang semakin mengedepankan komunikasi langsung dan kehadiran digital.
Sementara itu, Giri Ramanda Kiemas tetap memiliki posisi strategis melalui pengalaman panjang di legislatif dan jejaring politik yang mapan.
Pengamat menilai, kontestasi Pilgub Sumsel 2029 akan ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni kekuatan jaringan akar rumput, dukungan partai politik, serta kemampuan membangun citra publik di era digital. Perpaduan antara pengalaman dan inovasi strategi diyakini menjadi kunci bagi setiap kandidat untuk merebut simpati pemilih.
Dengan komposisi figur yang semakin beragam, Pilkada Sumsel 2029 diperkirakan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi politik biasa, tetapi juga arena pertarungan narasi antara
kekuatan lama dan energi baru. Situasi ini membuka peluang munculnya kejutan politik yang berpotensi mengubah peta kekuasaan di Sumatera Selatan secara signifikan.
Tim Newsline ( M Firdaus )
Penulis : Firdaus
Editor : Akbar News
Sumber Berita: RELAWAN POLITIK










