Palembang,newsline.id-Polda Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan kebijakan kepolisian berbasis riset ilmiah. Pada Senin (2/3/2026), Polda Sumsel menjadi lokasi penelitian strategis yang digelar Puslit bang Polri.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dir Reskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Doni Satrya Sembiring. Fokus utama pembahasan meliputi optimalisasi pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor) di daerah serta dukungan Polri terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Riset tersebut bukan sekadar evaluasi internal, tetapi menjadi bagian dari desain kebijakan nasional Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memperkuat tata kelola penegakan hukum sekaligus mendukung program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

Tim Puslitbang Polri yang dipimpin Kombes Pol Yudi Chandra E. mengangkat dua tema sentral. Pertama, optimalisasi fungsi pemberantasan Tipikor di kewilayahan, ditinjau dari aspek sumber daya, pola pikir
personel, dan struktur kelembagaan. Kedua, optimalisasi peran Polri dalam mendukung pelaksanaan Program MBG sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia.
Penelitian dilaksanakan di Ruang Ditreskrimsus Polda Sumsel dan Aula Wira Satya Polrestabes Palembang. Kegiatan ini turut melibatkan jajaran Ditreskrimsus, Polrestabes Palembang, Polres Banyuasin, Polres Musi Banyuasin, serta unsur Ro SDM, Ro Log, dan Di binmas.
Keterlibatan lintas fungsi tersebut mencerminkan kesiapan Polda Sumsel membuka ruang evaluasi objektif guna mendorong perbaikan kelembagaan yang berkelanjutan.
Dalam paparannya, Kombes Pol Doni Satrya Sembiring menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai kapasitas Subdit Tipikor, tantangan operasional di lapangan, hingga kebutuhan penguatan sumber daya. Paparan tersebut menjadi bahan empiris bagi Puslitbang Polri dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan realistis.
Penelitian ini juga diperkuat dengan kehadiran narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN, yang memberikan perspektif akademik untuk memperdalam analisis dan validitas kajian.
Dari sisi pemberantasan korupsi, riset ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat struktur, kapasitas, dan profesionalisme penanganan perkara tipikor di tingkat kewilayahan.
Sementara dari sisi MBG, kajian ini menegaskan peran Polri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan program berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
“Kami ingin hasil penelitian ini benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Rekomendasi yang lahir harus aplikatif dan mampu memperkuat pemberantasan korupsi di daerah,” tegas Kombes Pol Doni Satrya Sembiring.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa keterlibatan Polda Sumsel dalam penelitian ini menunjukkan komitmen kelembagaan terhadap pembangunan
kebijakan berbasis ilmu pengetahuan. “Polda Sumsel tidak hanya menjalankan kebijakan, tetapi turut berkontribusi dalam pembentukannya. Inilah wujud Polri yang adaptif dan berbasis riset,” ujarnya.
Tim Newsline ( ** )










