JAKARTA,newsline.id–Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia, NR Icang Rahardian, SH., MH, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi kinerja para mitra Program Makan
Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai penting guna memastikan pelayanan publik berjalan optimal,transparan, dan tepat sasaran.Pernyataan tersebut disampaikan Icang saat berada di Kantor DPP IWO Indonesia, Jalan Akhmad Yani No. 12, Jakarta, pada Senin (6/4/2026).
Ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan program nasional tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pengawasan publik dapat mendorong para mitra bekerja lebih profesional serta meminimalisir potensi kelalaian di lapangan.
Icang juga menyoroti ketegasan kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menerapkan prinsip “No Service, No Pay” bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Melalui kebijakan ini, insentif operasional yang mencapai Rp6 juta per hari dapat langsung dihentikan apabila mitra tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
“Kami mendukung penuh langkah Badan Gizi Nasional. Dengan prinsip no service, no pay, tidak ada ruang bagi kelalaian. Jika kualitas pelayanan buruk, maka tidak ada bayaran bagi mitra tersebut,” tegas Icang.
Untuk menjamin kualitas serta keamanan pangan, Bgn menetapkan sejumlah standar ketat dalam pengelolaan SPPG, di antaranya Menjamin Kualitas Layanan
Seluruh mitra wajib menjaga mutu pelayanan dengan standar tinggi, termasuk aspek kebersihan dan keamanan pangan.Penerapan Sanksi Tegas
Insentif akan dihentikan secara langsung jika fasilitas tidak siap beroperasi, tidak memenuhi standar kualitas, atau tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Kementerian Kesehatan. Indikator Pelanggaran
Beberapa pelanggaran yang dianggap fatal meliputi Ditemukannya bakteri E. coli pada filter air Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak berfungsi atau tersumbat
Kerusakan pada chiller penyimpanan bahan pangan seperti daging Tanggung Jawab Mitra Seluruh risiko operasional menjadi tanggung jawab penuh mitra sebagai bentuk akuntabilitas profesional.
Icang menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari transformasi tata kelola pelayanan publik yang lebih modern dan akuntabel. Program ini tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga memastikan kualitas gizi dan keamanan pangan bagi masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa.
Sebagai organisasi profesi, IWO Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program tersebut melalui fungsi kontrol
sosial media. Hal ini dilakukan agar penggunaan anggaran negara benar benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi masyarakat Indonesia.
Iwo Indonesia ( Sakrin )
Editor : Akbar News
Sumber Berita: Ketum Iwo Indonesia










