Jaringan TPPO Terbongkar, Bayi Berhasil Diselamatkan

Monday, 23 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang,newsline.id–Polda Sumatera Selatan membongkar dugaan praktik jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus penjualan bayi di Kota Palembang. Seorang bayi perempuan berusia tiga hari nyaris diperjual belikan dengan harga 52 juta sebelum akhirnya berhasil diselamatkan petugas.

 

Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Sumsel melalui operasi senyap berbasis patroli siber. Petugas mengamankan seorang tersangka berinisial HA (31) saat hendak melakukan transaksi di kawasan Sukarami, Minggu (22/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan berawal dari hasil patroli siber intensif yang mendeteksi adanya penawaran adopsi ilegal melalui media sosial.

 

“Kasus ini kami tangani dengan pendekatan TPPO. Tidak menutup kemungkinan terdapat pihak lain yang terlibat dalam skema perdagangan orang ini. Kami akan telusuri hingga tuntas,” tegas Kombes Pol. Nandang.

 

Dalam operasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain telepon genggam yang digunakan untuk komunikasi transaksi, uang muka sebesar Rp1 juta, dokumen pernyataan adopsi, serta rekaman CCTV yang memperkuat peristiwa transaksi.

 

Sementara itu, bayi korban kini berada dalam perlindungan Polda Sumsel. Korban telah mendapatkan penanganan medis dan pendampingan psikososial. Kepolisian juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan pemenuhan hak serta jaminan masa depan anak tersebut.

 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 76F juncto Pasal 83 Undang-Undang Perlindungan Anak serta Pasal 2 juncto Pasal 17 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

 

Polda Sumsel menegaskan bahwa perdagangan orang merupakan kejahatan serius yang mencederai martabat kemanusiaan dan tidak akan diberi ruang di wilayah Sumatera Selatan.

 

“Kami memastikan setiap praktik eksploitasi manusia, terlebih terhadap anak, akan kami tindak tanpa kompromi,” tutup Kombes Pol. Nandang.

 

Tim Newsline ( ** )

Berita Terkait

Jabatan Kapolres Disebut Kapolda Kesempatan Emas
Perkuat Kepercayaan Muzakki Melalui Tata Kelola Transparan
Jembatan Merah Putih Hadiah Kemerdekaan Polda Sumsel Untuk Rakyat
Pelaku Pencurian Motor Tewas Hantam Tiang Listrik
Mangga Besar Siap Wujudkan Kelurahan Bersih Dan Sehat
PAN Sumsel Matangkan Konsolidasi Lewat Bimtek Dan Pelantikan
Wakil Presiden Gibran Tinjau Pabrik Sampah
Kapolda Sumsel Tekankan Adaptasi Dan Pelayanan Terbaik

Berita Terkait

Saturday, 15 August 2026 - 19:37

Jabatan Kapolres Disebut Kapolda Kesempatan Emas

Saturday, 15 August 2026 - 18:21

Perkuat Kepercayaan Muzakki Melalui Tata Kelola Transparan

Friday, 14 August 2026 - 11:05

Jembatan Merah Putih Hadiah Kemerdekaan Polda Sumsel Untuk Rakyat

Tuesday, 11 August 2026 - 12:23

Pelaku Pencurian Motor Tewas Hantam Tiang Listrik

Thursday, 23 July 2026 - 18:49

Mangga Besar Siap Wujudkan Kelurahan Bersih Dan Sehat

Berita Terbaru

Kabupaten Muaraenim

Warga Air Limau Minta Prioritas Kerja Lokal

Friday, 11 Sep 2026 - 20:35

Prabumulih

Satukan Literasi Dan Kreativitas

Monday, 31 Aug 2026 - 17:46

Prabumulih

Gerindra Sumsel Gelar Pelatihan Paralegal Dan Politik

Sunday, 30 Aug 2026 - 14:03

Prabumulih

Ajak Masyarakat Jaga Kebugaran

Saturday, 29 Aug 2026 - 15:19