Jakarta,newsline.id–Ketua Umum Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO) Indonesia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pelantikan sembilan pejabat strategis di lingkungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada 18 dan 20 Februari 2026.
Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Madya dan Pratama tersebut dinilai sebagai langkah krusial dalam memperkuat struktur organisasi serta meningkatkan efektivitas kerja lembaga antirasuah di tengah tantangan pemberantasan korupsi yang semakin kompleks.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pernyataannya, Ketua Umum IWO Indonesia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh integritas, profesionalisme, dan dedikasi tinggi.
“Kami mengucapkan selamat bertugas kepada para Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama yang telah resmi dilantik. Semoga momentum ini memperkuat sinergi antara KPK dan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas di Indonesia,” ujarnya.
Dalam prosesi pelantikan, Ketua KPK menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi struktural, melainkan mandat strategis untuk menggerakkan roda organisasi secara efektif, integratif, dan berorientasi pada hasil nyata.
Pengisian posisi kunci oleh sumber daya manusia yang profesional dan kolaboratif diyakini menjadi fondasi penting dalam mengakselerasi pencapaian sasaran strategis KPK.
Berdasarkan data yang dirilis, berikut pejabat yang menempati posisi baru Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Asep Guntur Rahayu Deputi Bidang Penindakan.Aminudin Deputi Bidang
Pencegahan dan Monitoring.Ely Kusumastuti Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi.Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Tessa Mahardhika Direktur Penyelidikan.Budhi Sarumpaet Direktur Penuntutan.Kunto Ariawan Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat.
Maruli Tua Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V.Taryanto Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi.Iskandar Marwanto Kepala Biro Hukum.IWO Indonesia berharap formasi baru ini mampu memperkuat penegakan hukum serta upaya pencegahan korupsi secara lebih masif, terukur, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Tim Newsline ( Sakrin )










