Gubernur Sumsel Tegas Dukung Polri Di Bawah Presiden

Friday, 30 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,newsline.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menyatakan dukungan penuh agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, skema tersebut terbukti efektif menjaga sinergitas antara Polri dan pemerintah daerah hingga ke tingkat bawah.

 

Herman Deru menegaskan, selama menjabat sebagai kepala daerah, ia merasakan langsung kuatnya kerja sama antara institusi Polri dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga Bhabinkamtibmas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Saya Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan, merasakan selama ini begitu baiknya sinergitas antara institusi Polri dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota sampai tingkat kecamatan dan Bhabinkamtibmas. Tentu ini tidak lepas dari pembinaan institusi Polri

terhadap jajarannya,” ujar Herman Deru

 

dalam keterangan video, Jumat (30/1/2026).

Ia berharap tidak ada perubahan struktur yang berpotensi menimbulkan penyesuaian ulang di daerah. Menurutnya, perubahan tersebut justru dapat mengganggu stabilitas dan efektivitas kerja di lapangan.

 

“Kami ingin institusi Polri tetap seperti ini, tetap di bawah Presiden, sehingga tidak harus ada penyesuaian-penyesuaian kembali di daerah,” tegasnya.

 

Herman Deru juga secara eksplisit menyatakan sikap politik dan kelembagaan Pemerintah Provinsi Sumsel terkait isu tersebut.

 

“Atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya sepakat dan mendukung Polri tetap langsung di bawah Presiden,” ujarnya.

 

Dukungan Herman Deru sejalan dengan sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian khusus. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI, Kapolri menilai wacana tersebut justru berpotensi melemahkan institusi Polri, negara, dan posisi Presiden.

 

“Oleh karena itu, saya anggap meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara, dan melemahkan Presiden,” kata Jenderal Sigit kala itu.

 

Bahkan, Kapolri menegaskan lebih memilih dicopot dari jabatannya dibandingkan Polri ditempatkan di bawah kementerian.

Polemik tersebut kemudian diputuskan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa

 

(27/1/2026). DPR RI secara resmi menetapkan bahwa Polri tetap berada langsung di bawah Presiden sebagai keputusan yang mengikat antara DPR dan Pemerintah.Adapun poin-poin keputusan DPR RI antara lain:

(Fajrah Akbar)

Berita Terkait

Dugaan Sengketa Lahan Warga Mekarsari
Sidang Tahunan MPR RI Jadi Momentum Indonesia Emas
Hari Bhayangkara Polda Sumsel Raih Tiga Penghargaan Nasional
Menko Polkam Tekankan Respons Cepat Atasi Karhutla
UU Hak Cipta Bahas Hak Media Digital
Mangga Besar Siap Wujudkan Kelurahan Bersih Dan Sehat
Ketua Umum IWO Indonesia Akan Kirimkan Surat Temui Hotman Paris
Kapolda Sumsel Tekankan Adaptasi Dan Pelayanan Terbaik

Berita Terkait

Friday, 21 August 2026 - 10:48

Dugaan Sengketa Lahan Warga Mekarsari

Saturday, 15 August 2026 - 13:26

Sidang Tahunan MPR RI Jadi Momentum Indonesia Emas

Wednesday, 12 August 2026 - 14:11

Hari Bhayangkara Polda Sumsel Raih Tiga Penghargaan Nasional

Saturday, 1 August 2026 - 13:14

Menko Polkam Tekankan Respons Cepat Atasi Karhutla

Friday, 31 July 2026 - 22:37

UU Hak Cipta Bahas Hak Media Digital

Berita Terbaru

Kabupaten Muaraenim

Warga Air Limau Minta Prioritas Kerja Lokal

Friday, 11 Sep 2026 - 20:35

Prabumulih

Satukan Literasi Dan Kreativitas

Monday, 31 Aug 2026 - 17:46

Prabumulih

Gerindra Sumsel Gelar Pelatihan Paralegal Dan Politik

Sunday, 30 Aug 2026 - 14:03

Prabumulih

Ajak Masyarakat Jaga Kebugaran

Saturday, 29 Aug 2026 - 15:19