Jakarta, Newsline.id-sebuah momen membanggakan terjadi di Singapura ketika salah satu tokoh nasional Indonesia menerima Nanyang Distinguished Alumni Award dari Nanyang Technological University NTU. Penghargaan bergengsi tersebut diberikan kepada para alumni yang dinilai berkontribusi besar bagi masyarakat, profesi, maupun negaranya.
Dalam kesempatan itu, penerima penghargaan menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya dapat kembali berkumpul bersama keluarga besar almamater NTU.
“Ini merupakan kehormatan yang sangat berarti bagi saya dan menjadi penyemangat ke depan. NTU mengajarkan saya untuk berpikir kritis dan strategis, serta melihat kepemimpinan dari perspektif yang lebih luas,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tokoh tersebut mengenang perjalanan akademiknya di Singapura yang menjadi fondasi penting dalam pengabdiannya. Ia menyebut bahwa hampir satu dekade setelah menimba ilmu di NTU, dirinya bertransformasi dari dunia militer ke dunia politik dua ruang yang berbeda, namun diikat oleh satu misi: pengabdian kepada Indonesia.“Bentuk pengabdiannya berbeda, tetapi misinya tetap sama: mengabdi kepada Indonesia,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pola pikir analitis, lintas disiplin, dan berorientasi masa depan yang diasah selama di NTU telah menjadi bekal untuk menavigasi kompleksitas kebijakan publik, geopolitik, dan kerja sama internasional. Menurutnya, kebijakan yang baik harus dibangun atas dasar data, empati, dan ilmu pengetahuan, serta diarahkan oleh nilai dan kebijaksanaan.
“Kekuatan harus selalu diarahkan oleh wawasan dan kebijaksanaan. Cara pandang itu terus membimbing saya dalam melihat kepentingan nasional, stabilitas kawasan, dan kerja sama global.”
Tak lupa, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada NTU atas penghargaan yang diberikan, serta selamat kepada para alumni lain yang juga meraih penghargaan tahun ini. Ia berharap seluruh alumni dapat terus mengharumkan almamater dan memberikan kontribusi bagi Indonesia maupun hubungan baik dengan Singapura.{*}










