Palembang,newsline.id–Mengisi bulan suci Ramadan 1447 H dengan kegiatan positif, jajaran Polda Sumatera Selatan menggelar Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi personel yang beragama Islam.
Kegiatan bertajuk “Hikmah Puasa di Bulan Suci Ramadan 1447 H” ini dilaksanakan secara rutin setiap selesai salat Zuhur di Masjid Assa’adah Mapolda Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan diawali dengan salat Zuhur berjamaah yang dimulai pukul 12.11 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Acara tersebut dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., para pejabat utama, serta seluruh personel satuan kerja (Satker) Polda Sumsel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengajian dan pembinaan rohani ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas spiritual personel di tengah pelaksanaan tugas kepolisian, sekaligus memaknai ibadah puasa sebagai sarana memperkuat karakter dan integritas.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan Binrohtal menjadi salah satu upaya untuk membentuk insan Bhayangkara yang bertakwa dan berintegritas.
“Puasa bukan menjadi penghalang produktivitas, justru menjadi momentum untuk mendisiplinkan diri serta memperkuat empati. Dengan memahami hikmah Ramadan, kami berharap personel dapat memberikan pelayanan yang lebih humanis dan tulus kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang.
Melalui kegiatan ini diharapkan setiap personel dapat memetik nilai-nilai kesabaran, kejujuran, dan keikhlasan dari ibadah puasa untuk diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Habib Reyhan Alkaf menyampaikan bahwa membaca Al-Qur’an memiliki keutamaan yang sangat besar. Ia mengingatkan bahwa setiap huruf yang dibaca dalam Al-Qur’an bernilai pahala di sisi Allah SWT.
“Setiap huruf yang kita baca bernilai satu kebaikan dan Allah melipatgandakannya menjadi sepuluh. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang meluangkan waktu membaca Al-Qur’an,” ujarnya.Habib Reyhan juga mengutip sabda Rasulullah SAW
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Menurutnya, hadits tersebut menunjukkan bahwa orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain termasuk hamba yang paling mulia di sisi Allah SWT.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an akan menjadi pemberi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW
اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِه
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim).
Menurut Habib Reyhan, membaca Al-Qur’an secara rutin akan menjadi sebab datangnya pertolongan dan ampunan Allah SWT bagi seorang hamba.
Ia juga menyinggung keutamaan membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan. Dalam sebuah hadits disebutkan
كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ
“Rasulullah SAW adalah manusia paling dermawan, dan beliau semakin dermawan pada bulan Ramadan ketika bertemu Malaikat Jibril yang mengajarkan Al-Qur’an setiap malam.” (HR. Bukhari).
Di akhir ceramahnya, Habib Reyhan mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan amalan di sepuluh hari terakhir Ramadan, seperti memperbanyak infak dan sedekah, menjaga salat, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an.
“Minimal membaca Surah Al-Ikhlas tiga kali setiap hari. Semoga kita semua dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar dan pahala kita dilipatgandakan oleh Allah SWT,” tutupnya.
Tim Newsline ( ** )
Editor : Akbar
Sumber Berita: Kabid Humas Polda Sumsel










