INDRALAYA UTARA,newsline.id-Merespons meningkatnya keresahan masyarakat akibat maraknya aksi kriminalitas jalanan atau begal, Polda Sumatera Selatan bersama Forum Kepala Desa (FKD) Kecamatan Indralaya Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD)
bertema “Tingkatkan Peran Masyarakat, Cegah Kriminalitas Jalanan (Begal)” di Aula Kantor Camat Indralaya Utara, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forkopimcam, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, hingga insan pers. FGD digelar sebagai bentuk respons terhadap maraknya aksi pembegalan yang menggunakan senjata tajam maupun senjata api dan kerap menyasar para pengendara di Jalan Lurus Lintas Timur Palembang–Indralaya, terutama pada jam-jam rawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, AKP Suandi, S.H., mewakili Polda Sumsel, menegaskan bahwa pemahaman masyarakat mengenai kriminalitas jalanan sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan serta mencegah terjadinya tindak kejahatan di lingkungan sekitar.
Ia menjelaskan bahwa Polda Sumsel telah menyediakan layanan pelaporan darurat melalui Call Center 110 dan aplikasi Super App Presisi yang beroperasi selama 24 jam serta dilengkapi fitur pelacakan lokasi berbasis GPS. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat segera melaporkan kejadian maupun indikasi tindak pidana agar dapat ditindaklanjuti secara cepat oleh pihak kepolisian.
“Peningkatan kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci utama pencegahan kejahatan. Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari lokasi dan waktu yang rawan, tidak memamerkan barang berharga saat berkendara, serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ujar AKP Suandi.
Selain itu, Polda Sumsel berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan sistem keamanan berbasis lingkungan guna menekan angka kriminalitas dan menghilangkan stigma daerah rawan kejahatan.
Sementara itu, Kepala Desa Palem Raya, Suhaimi, yang mewakili Forum Kepala Desa Kecamatan Indralaya Utara, mengapresiasi langkah kepolisian yang selama ini telah rutin melaksanakan patroli malam serta melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan. Namun demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah faktor yang menjadi pemicu tingginya angka kriminalitas di wilayah tersebut.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak, minimnya penerangan jalan, serta belum tersedianya fasilitas CCTV di sejumlah titik rawan menjadi faktor yang memberi peluang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.
“Kejahatan terjadi karena adanya kesempatan. Masyarakat siap bersinergi melalui kegiatan penyuluhan dan siskamling, namun kami juga berharap adanya perhatian pemerintah terhadap perbaikan infrastruktur jalan, penerangan jalan, serta pemasangan CCTV untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan,” ungkap Suhaimi.
Senada dengan hal tersebut, Camat Indralaya Utara Wahyudi, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa pihak kecamatan memiliki berbagai instrumen dalam mendukung pembinaan desa serta menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, salah satunya melalui Forum Kepala Desa (FKD).
Ia menyampaikan bahwa FKD berfungsi sebagai wadah komunikasi dan koordinasi dalam menjaring berbagai informasi terkait potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Melalui FKD dan Satlinmas, kami akan terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa, mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), serta memfasilitasi aspirasi masyarakat terkait kebutuhan infrastruktur pendukung keamanan,” jelas Wahyudi.
Melalui FGD tersebut, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna Jalan Lintas Timur Palembang–Indralaya yang melintasi wilayah Kecamatan Indralaya Utara.
Reporter ( Safri )










