Palembang,newsline.id-Polda Sumatera Selatan terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Polri melalui program pendidikan lanjutan. Sebagai bagian
dari upaya menyiapkan regenerasi kepemimpinan di tubuh kepolisian, sebanyak 13 personel Polda Sumsel mengikuti seleksi Program Pendidikan S2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) tahun 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seleksi yang meliputi tahapan tes psikologi tersebut digelar di Assessment Center Gedung Promoter Polda Sumsel, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Sumsel.

Proses seleksi dipimpin langsung oleh Kepala Biro SDM Polda Sumsel, Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si. Kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme seleksi pendidikan lanjutan yang dilaksanakan secara transparan, objektif, dan berbasis kompetensi.
Dari total peserta yang mengikuti seleksi, terdiri dari 12 personel pria dan satu personel wanita. Berdasarkan hasil tes, nilai tertinggi yang diperoleh peserta mencapai 74, sedangkan nilai terendah tercatat 41.
Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan sistem pengawasan berlapis guna memastikan objektivitas serta akuntabilitas proses penilaian. Selain panitia
penyelenggara, kegiatan ini juga diawasi oleh tim pengawas internal dan tim audit untuk memastikan pelaksanaan seleksi berjalan sesuai standar dan prosedur yang ditetapkan oleh SSDM Polri.
Pelaksanaan tes psikologi dilakukan oleh tim psikolog profesional dari Bagpsi Ro SDM Polda Sumsel yang dipimpin AKBP Suparyono, S.Psi., M.Psi., selaku Kepala Bagian Psikologi, bersama para perwira psikologi bersertifikat.
Melalui asesmen tersebut, panitia penyelenggara dapat memperoleh gambaran komprehensif mengenai kesiapan para peserta dalam mengikuti pendidikan lanjutan di STIK Polri.
Program pendidikan S-2 STIK Reguler serta jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dibuka pada angkatan pertama ini merupakan bagian dari strategi Polri untuk memperkuat kualitas kepemimpinan di masa depan.
Pendidikan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan personel dalam bidang kepemimpinan strategis, analisis kebijakan publik, serta manajemen kepolisian modern.
Keberadaan Assessment Center Gedung Promoter Polda Sumsel sebagai lokasi pelaksanaan seleksi juga menunjukkan kesiapan infrastruktur pengembangan SDM yang semakin profesional di tingkat kewilayahan.
Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo menegaskan bahwa pendidikan lanjutan merupakan investasi strategis bagi masa depan institusi kepolisian.
“Pendidikan lanjutan merupakan investasi strategis dalam menyiapkan kepemimpinan Polri di masa depan. Karena itu, setiap tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan berbasis kompetensi,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Sumsel dalam meningkatkan kualitas SDM Polri.
“Pengembangan sumber daya manusia merupakan fondasi utama bagi institusi kepolisian yang profesional. Melalui seleksi pendidikan ini, Polda Sumsel berupaya menyiapkan personel yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kompetensi akademik yang kuat,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas SDM juga menjadi salah satu kunci dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Melalui seleksi Program Pendidikan S-2 STIK tahun 2026 ini, Polda Sumsel berharap dapat melahirkan generasi kepemimpinan Polri yang adaptif, profesional, serta mampu menjawab berbagai tantangan keamanan di masa depan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas institusi Polri melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas.
Tim Newsline ( MEDI )










