PALEMBANG,newsline.id — Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., mengikuti Forum Evaluasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., melalui video conference (vicon) dari Ruang Puskodal Sriwijaya, Palembang,
Forum evaluasi tersebut digelar sebagai wadah strategis untuk meninjau capaian kinerja sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi satuan jajaran TNI Angkatan Darat dalam pelaksanaan tugas pokok selama periode berjalan.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan Kodam Sriwijaya, mulai dari Kasdam, Irdam, Kapok ahli, para Komandan Resor Militer (Danrem), hingga Pejabat Utama (PJU). Turut hadir pula para Komandan Satuan dan Kepala Badan Pelaksana Kodam Kabalak dam yang menunjukkan komitmen bersama dalam menyelaraskan kebijakan komando atas demi menjawab tantangan organisasi ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa efektivitas penggunaan anggaran serta peningkatan kesejahteraan prajurit dan masyarakat merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Ia menginstruksikan seluruh pimpinan satuan agar memastikan pengelolaan dan distribusi anggaran berjalan lancar melalui perencanaan yang rasional dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
“Dengan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran, satuan dapat menjalankan tugas pokok secara optimal tanpa hambatan administratif maupun finansial,” tegas Kasad.
Selain menyoroti kesejahteraan internal, forum ini juga membahas peran strategis TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terdampak bencana dan daerah terisolasi. Pembangunan Jembatan Bailey, Jembatan Gantung, dan Jembatan aramko menjadi fokus utama guna menjaga kelancaran distribusi logistik serta
memulihkan mobilitas masyarakat.Upaya tersebut dinilai sebagai langkah konkret TNI AD dalam membantu pemulihan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah dengan keterbatasan akses pascabencana.
Menghadapi tantangan di era digital, Kasad turut mengingatkan pentingnya peningkatan literasi teknologi dan kewaspadaan terhadap ancaman siber. Ia meminta satuan intelijen dan penerangan agar aktif membangun opini positif serta menangkal penyebaran hoaks yang berpotensi mengganggu stabilitas dan kepercayaan publik.
Forum evaluasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi, meningkatkan kinerja satuan, serta memastikan TNI AD tetap adaptif dan responsif dalam menghadapi dinamika tugas ke depan.
(Fajrah Akbar)










