Palembang,Newsline.id–Pangdam Dua Sriwijaya,Ujang Darwis, secara resmi membuka dan memimpin langsung Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam Dua Sriwijaya Tahun Anggaran 2026. Kegiatan strategis tersebut digelar di Gedung Sudirman Makodam Dua Sriwijaya, Sabtu (28/02/2026), dan dihadiri para Pejabat Utama serta unsur pimpinan
satuan di jajaran Kodam Dua Sriwijaya. Rapim ini menjadi forum penting untuk menyatukan visi, kebijakan, serta arah pelaksanaan tugas ke depan. Melalui kegiatan tersebut, seluruh jajaran
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
diharapkan memiliki kesamaan pola pikir dan pola tindak dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks, sekaligus memastikan implementasi kebijakan Pemerintah, TNI, dan TNI AD berjalan selaras di lapangan.
Dalam arahannya, Mayjen TNI Ujang Darwis menegaskan bahwa pelaksanaan program kerja dan anggaran Tahun Anggaran 2026 harus dijalankan dengan disiplin tinggi, profesional, dan penuh tanggung jawab.
Penegasan tersebut bertujuan agar setiap anggaran negara yang dialokasikan dapat terserap secara efektif dan efisien, serta memberikan dampak nyata bagi penguatan organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Rapim tahun ini mengusung tema “Kodam II/Sriwijaya Hadir untuk Rakyat Mewujudkan Sishankamrata di Wilayah Sumsel dan Babel Menuju Indonesia Maju.” Tema tersebut
menegaskan bahwa kekuatan pertahanan negara yang hakiki bersumber dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Sinergi kokoh antara TNI AD dan seluruh komponen bangsa menjadi kunci utama dalam mewujudkan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Pangdam juga memberikan arahan khusus terkait pentingnya kepekaan terhadap dinamika perkembangan di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Para pimpinan satuan diminta merumuskan
Langkah langkah strategis yang antisipatif, sehingga setiap perubahan situasi dan tantangan keamanan dapat direspons secara cepat, tepat, dan terukur.
Dalam pokok-pokok kebijakannya, Pangdam menekankan bahwa jabatan adalah amanah besar yang menuntut dedikasi penuh agar tidak mengecewakan rakyat.
mengingatkan pentingnya keteladanan seorang pemimpin di setiap lini. Seorang komandan, tegasnya, harus terus belajar, berhitung dengan cermat, dan berkarya demi meraih keberhasilan tugas.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk menghindari segala bentuk kegiatan ilegal serta menggelorakan semangat gerakan Indonesia ASRI sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.
Lebih lanjut, Pangdam mengingatkan bahwa kekuatan pertahanan suatu bangsa sangat bergantung pada besarnya rasa cinta rakyat terhadap tanah airnya. Penyalahgunaan wewenang, menurutnya, harus dihindari karena dapat merusak martabat pribadi maupun institusi. Seluruh prajurit diminta menjadikan aturan sebagai pelindung diri dan organisasi.
“Asoldier will not fight and die, unless he knows what he is fighting and dying for,” ujar Pangdam, mengutip filosofi kepemimpinan untuk menegaskan pentingnya pemahaman tujuan dalam setiap pengabdian.Menutup arahannya, Pangdam
menggaris bawahi pentingnya menjaga sinergitas antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan seluruh komponen bangsa. Sinergi lintas sektoral tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah, sehingga roda pembangunan nasional dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti di bidang keamanan.
Tim Newsline ( ** )










