Prabumulih, newsline.id-Pasca pelaksanaan Rapat Pendapat Rdp Watch relation of corruption WRC Kota Prabumulih terus melakukan penelusuran terkait dugaan adanya beking kuat di balik maraknya provider Wi-Fi yang beroperasi di wilayah tersebut.
WRC menilai, beberapa perusahaan penyedia internet di Prabumulih mampu meraih omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan, namun dinilai minim kontribusi terhadap daerah. Meski demikian, keberadaan mereka seolah tidak tersentuh penertiban.
Selain itu, hampir seluruh tiang PLN di Kota Prabumulih disebut dipenuhi banyak kabel tambahan dari provider Wi-Fi, di luar kabel resmi milik PLN. Kondisi ini dianggap semrawut dan berpotensi membahayakan, sehingga WRC mendesak PT PLN untuk segera mengambil langkah tegas sesuai SOP penataan jaringan yang berlaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suandi, Divisi Pengawasan dan Penindakan WRC, dalam silaturahmi dengan Manajer PT PLN Prabumulih menegaskan bahwa penertiban kabel-kabel liar di tiang PLN memiliki landasan yang jelas.
“Langkah tegas PLN dalam menertibkan jaringan kabel yang semrawut sudah sangat ada dasar,” tegas Suandi.
Pria yang akrab disapa Adi Betung itu menambahkan bahwa selain SOP PLN, terdapat surat rekomendasi dari Wali Kota Prabumulih yang memperkuat upaya penataan jaringan kabel tersebut.
Menanggapi desakan WRC, Manajer PT PLN Prabumulih, Ichsan Rahmadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti hasil Rdp yang sebelumnya digelar.“Terkait tindak lanjut dari hasil Rdp kemarin, kami sudah mengadakan rapat internal untuk menyusun agenda ke depan,” tuturnya.
upaya penertiban nantinya tidak hanya berbasis rekomendasi tetapi juga melibatkan seluruh instansi pemerintah terkait.Kami berharap pemerintah kota yang terkait ikut serta dalam agenda selanjutnya, {*}










