Palembang,newsline.id–Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, secara resmi menyampaikan Commander Wish Tahun 2026 sebagai pedoman strategis bagi seluruh jajaran Polda Sumsel. Program ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan trans formasi Polri yang Presisi, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat di tengah tantangan global yang kian kompleks. Senin 16 Februari 2026
Commander Wish 2026 difokuskan pada upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Selatan. Stabilitas tersebut dinilai sebagai prasyarat utama dalam mendukung pembangunan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolda Sumsel menegaskan, prioritas utama tahun 2026 mencakup pengamanan agenda nasional, pengawalan kedaulatan dan ketahanan pangan, serta dukungan penuh terhadap program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menjelaskan bahwa seluruh personel diinstruksikan bekerja dengan prinsip kerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas. Hal tersebut bertujuan meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memuliakan profesi kepolisian.
“Kapolda Sumsel menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat deteksi dini dan respons cepat, terutama dalam mengamankan rantai pasok pangan serta mencegah penimbunan kebutuhan pokok. Kami juga
berkomitmen mendukung program MBG melalui pengawasan standar higiene dan keamanan pangan demi melindungi masyarakat,” ujarnya.
Selain fokus pada sektor ekonomi dan pangan, Polda Sumsel juga menegaskan komitmen dalam pemberantasan kejahatan menonjol seperti judi online dan peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan terukur, namun tetap humanis dengan mengedepankan keadilan prosedural serta penerapan restoratif justice.
Dalam menghadapi 2026, Polda Sumsel turut memperkuat sinergitas dengan TNI dan pemerintah daerah guna mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sumatera Selatan, seperti pembangunan
New Palembang Port dan Kawasan Industri Tanjung Enim. Sinergi tersebut juga mencakup kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam yang menjadi salah satu kerawanan wilayah Sumsel.
Lebih lanjut, Nandang menegaskan profesionalisme personel akan terus diperkuat dengan kebijakan zero tolerance terhadap pelanggaran internal.“Pimpinan memberikan arahan
tegas bahwa tidak ada kompromi terhadap praktik korupsi maupun penyalahgunaan wewenang. Kami fokus menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel melalui digitalisasi layanan,” pungkasnya.
Tim Indonesia ( Fajrah Akbar )










