OKI,newsline.id — Aktivitas dugaan penyimpanan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ilegal di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) disinyalir masih terus berlangsung hingga saat ini. Meski dari luar gudang tampak tertutup rapat dan dijaga ketat dengan pintu gerbang besi, aktivitas keluar masuk mobil tangki diduga masih terjadi,
baik siang maupun malam hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan mobil tangki minyak diduga masuk ke lokasi gudang sekitar pukul 22.00 WIB hingga dini hari, Selasa (13/01/2026). Namun, hingga kini belum ada wartawan yang dapat melakukan investigasi langsung ke dalam lokasi gudang untuk mengonfirmasi aktivitas tersebut secara terbuka.
Saat sejumlah wartawan mencoba mendatangi lokasi untuk meminta klarifikasi terkait aktivitas mobil tangki yang keluar masuk, pihak gudang disebut melakukan penolakan keras dan melarang pengambilan foto. Bahkan, sempat terjadi upaya intimidasi terhadap awak media yang berada di sekitar lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami dilarang mengambil gambar dan mendapat perlakuan keras dari pihak gudang. Karena situasi tidak kondusif, kami memilih mengamankan dokumentasi tanpa terjadi benturan dengan pemilik gudang,” ujar salah satu wartawan di lokasi.
Warga sekitar juga menyuarakan kekhawatirannya. Rudi, salah seorang warga, mendesak aparat kepolisian, khususnya Polres OKI dan Polda Sumatera Selatan, untuk segera turun tangan dan membongkar dugaan penyelundupan BBM solar ilegal tersebut.
“Kami minta pihak kepolisian OKI dan Kapolda Sumsel segera menindak tegas. Ini solar ilegal yang diduga siap dijual ke perusahaan-perusahaan. Padahal sudah jelas ada peraturan pemerintah dan undang-undang yang melarang praktik mafia minyak,” tegas Rudi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pengelola gudang terkait dugaan aktivitas ilegal tersebut. Media ini akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait demi keberimbangan informasi. (Agus)










