PRABUMULIH,newsline.id-Warga Desa Pangkul menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Prabumulih dan pihak pelaksana proyek atas pembangunan Jembatan Sungai Kelekar yang menghubungkan Pangkul dengan Kelurahan Karang Jaya.
Sayangnya, hujan deras yang mengguyur pada Kamis (11/9) sore hingga malam membuat banjir besar melanda sejumlah titik, termasuk area pembangunan jembatan. Sejumlah material konstruksi ikut hanyut terbawa derasnya arus sungai.
Meski kecewa, warga memahami musibah tersebut sebagai ujian.“Kami sedih, karena jembatan ini sudah sangat dinanti. Tapi kami juga paham, ini musibah. Kami tetap berterima kasih, hanya berharap pengerjaan bisa kembali dikebut setelah kondisi aman,” ujar Pakcoy, warga Pangkul.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi masyarakat, jembatan tersebut bukan hanya penghubung antarwilayah, melainkan juga akses penting untuk perekonomian. Hasil pertanian warga akan lebih mudah diangkut, sekaligus menjadi jalur alternatif vital bagi Pangkul maupun Karang Jaya.
Proyek pembangunan Jembatan Sungai Kelekar menggunakan anggaran APBD Kota Prabumulih 2025 sebesar Rp1,8 miliar. Jembatan sepanjang 20 meter dan lebar 5 meter itu diperkuat 20 tiang pancang (spun pile) berdiameter 600 mm dengan kedalaman 12 meter.
Dikerjakan oleh PT Paras Wida Cipta Wiguna, jembatan ini ditargetkan selesai pada awal Oktober 2025. Sebagai solusi sementara, kontraktor juga menyiapkan jembatan darurat yang kini sudah bisa dimanfaatkan warga.
Tokoh masyarakat Pangkul menegaskan mereka tidak menyalahkan pihak manapun atas keterlambatan akibat banjir. “Banjir ini memang menyakitkan, tapi jangan sampai semangat gotong royong hilang. Kami akan tetap mendukung, karena jembatan ini adalah harapan besar kami,” tegasnya. (Akbar)









